Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Debat Perdana Soal Pelayanan Kesehatan, Edy dan Bobby Saling Sindir

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kedua Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut saat melangsung debat perdana, di Hotel Grand Mercure, Medan, pada Rabu (30/10/2024) malam. (Foto: Junaidin Zai/Nusntaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Dua calon Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution dan Edy Rahmayadi, terlibat perdebatan sengit saat sesi tanya jawab debat Pilkada Sumut, di Hotel Grand Mercure, Kota Medan, Rabu (30/10/2024) malam.

Saat debat berlangsung, Bobby Nasution mengajukan pertanyaan soal pelayanan kesehatan. Dia mengatakan jika masyarakat di Sumut membutuhkan pelayanan kesehatan gratis. 

Baca Juga : Surat Soal Sekolah Rakyat tak Direspons, Ini Kata Guru Mis Tahfidzul Quran Darun Najah

Kemudian, ia menegaskan saat dirinya menjabat sebagi Walikota Medan, sektor pelayanan kesehatan telah berstatus UHC (Universal Health Coverage). Status itu berarti masyarakat dapat menikmati fasilitas kesehatan tanpa diberatkan dengan biaya.

Baca Juga : Garuda Muda Siap Tempur, Inilah Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di ASEAN U-19 Bank SUMUT Championship 2026

Saat yang bersamaan, Bobby menyinggung Edy sebagai petahana yang gagal membuat sektor kesehatan di Sumut berstatus UHC.

"Kami hitung-hitung dengan anggaran di provinsi, sebenarnya di Sumut sudah bisa UHC,” ungkapnya saat debat berlangsung.

Baca Juga : Terungkap, Pemindahan 4 Pulau Aceh Ternyata Diajukan Edy Rahmayadi Saat Jadi Gubernur Sumut

“Di masa bapak lebih memilih membeli gedung eks Medan Club yang harganya Rp400 miliar, sedangkan masyarakat yang kurang mampu belum bisa menggunakan KTP untuk berobat? Bukannya lebih baik menggratiskan masyarakat," sambungnya.

Baca Juga : Pascaputusan MK, KPU Sumut Segera Tetapkan Pemenang Pilgubsu

Merespons pertanyaan Bobby, mantan pangkostrad itu membantah, dan mengatakan jika Bobby harusnya memahami tata tertib debat.

Kemudian, Edy menyebutkan kebijakan berobat gratis yang diusulkan Bobby. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak relevan.

Baca Juga : Lugas, Pasangan Ondim-Tiorita Unggul di Debat Kedua, Layak Pimpin Kabupaten Langkat

"BPJS yang menggunakan APBN saja tidak menjadikan jawaban. Apalagi UHC yang setingkat Walikota Medan, menyiapkan KTP untuk rakyat berobat. Jangan bohongi rakyat," ujarnya.

Baca Juga : Debat Kedua Pilkada Palas, Sekelompok Pendukung Teriak “Pargabus”

Bobby menekankan, Edy seharusnya fokus pada pelayanan rumah sakit.

“Tadi sudah disampaikan moderator kalau ada singkatan dipanjangkan. UHC, Universal Health Care, itu yang dibanggakan. Bukan itu persoalannya. Itu adalah penerapan nasional untuk mengatasi BPJS," jelas Bobby.

Edy kemudian melempar kritikan soal kebijakan berobat gratis yang diusulkan Bobby. Menurutnya, kebijakan itu tidak relevan.

"BPJS yang menggunakan APBN saja tidak menjadikan jawaban. Apalagi UHC yang setingkat Walikota Medan, menyiapkan KTP untuk rakyat berobat. Jangan bohongi rakyat," ujarnya.

"Persoalannya, rumah sakit tidak ada obatnya. Itu yang harus kita diskusikan. Bagaimana caranya pelayanan kesehatan bisa kita atasi dari infrastruktur kesehatan. Jangan disinggung dengan Medan Club, itu bonusnya Sumut," tambah Edy.

Selanjutnya, menanggapi jawaban Edy. Dia mengatakan jika Edy sama sekali tidak menjawab pertanyaan darinya.

“Pak Edy, pertanyaan saya simple, kenapa lebih memilih beli aset kantor gubernur dengan uang Rp400 Miliar ketimbang memberikan uangnya ke masyarakat agar bisa berobat gratis?” tanya Bobby kembali.

Menurut Bobby, dengan uang Rp400 Miliar, mampu membangun dan memperbaiki fasilitas rumah sakit dan puskesmas.

“Itu lebih baik daripada beli Medan Club yang hanya untuk meluaskan kantor gubernur yang belum tentu masyarakat bisa masuk,” ujar Bobby.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)