Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Deng Ical Kecam Serangan Israel di Beirut, Desak RI Tegas di Forum Internasional

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Syamsu Rizal disela-sela Raker Komisi I DPR. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Anggota Komisi I DPR Syamsu Rizal, mengecam keras serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Israel ke Beirut, Lebanon, pada Rabu (8/4/2026).

Serangan tersebut dilaporkan, sedikitnya menewaskan sebanyak 254 orang.

Baca Juga : TNI Diserang di Lebanon, DPR Desak Sikap Tegas Pemerintah

Ia menilai, aksi militer tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, tetapi juga merusak kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat yang baru saja dicapai.

Baca Juga : Apresiasi Penangkapan 741 Tersangka Judol, Deng Ical Ingatkan Polri: Jangan Ada Aparat Jadi Beking

“Serangan ini jelas mencederai upaya perdamaian yang sedang dibangun. Kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika menjadi tidak berarti ketika aksi militer seperti ini terus dilakukan,” ujar Deng Ical sapaan akrab Syamsu Rizal, Jumat (10/4/2026).

Ia menambahkan, tindakan tersebut juga memporak-porandakan komitmen hubungan antarnegara yang seharusnya dilandasi kepercayaan dan prinsip saling menguntungkan.

Baca Juga : Pemerintah Didesak Segera Pulangkan 13 ABK Terjebak di Azerbaijan

Menurutnya, langkah Israel berpotensi memperkeruh situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang selama ini sudah tidak stabil.

Baca Juga : Indonesia Minta PBB Investigasi Serangan yang Tewaskan Tiga Prajurit TNI

“Langkah Israel ini akan semakin memanaskan situasi kawasan dan membuka potensi konflik yang lebih luas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Deng Ical mendesak Pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas dan lantang dalam mengecam serangan tersebut di forum internasional. 

Baca Juga : Duka Mendalam Indonesia: Konvoi UNIFIL Diserang, Dua Lagi Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Ia juga mendorong agar Indonesia aktif menggalang dukungan komunitas global guna menekan Israel dan Amerika Serikat agar menghentikan tindakan yang dinilai memperburuk keadaan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya upaya berkelanjutan dari pemerintah dalam menuntut pertanggungjawaban Israel atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon.

“Indonesia harus konsisten memperjuangkan keadilan, termasuk meminta pertanggungjawaban atas gugurnya prajurit TNI yang bertugas menjaga perdamaian dunia,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuduh Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang dicapai dua pekan lalu. 

Ia menyebut terdapat tiga poin dari proposal 10 poin gencatan senjata Iran yang dilanggar, salah satunya terkait masih berlanjutnya serangan Israel ke Lebanon. 

(LS/Nusantaraterkini.co)