Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dinkes Medan Pastikan Kesehatan Warga Baik Pascabanjir: Demam, ISPA dan Penyakit Kulit jadi Keluhan

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tim dari Dinas Kesehatan Kota Medan melakukan pemeriksaan terhadap pengungsi banjir di Marelan, Minggu (30/11/2025) kemarin. (Foto: dok istimewa)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dr Irliyan Saputra SpOG memastikan kondisi kesehatan masyarakat pasca banjir di sejumlah wilayah Kota Medan secara umum masih baik.

Berdasarkan pemantauan Dinas Kesehatan, sebagian besar warga tidak mengalami gangguan kesehatan serius, meskipun adanya potensi penurunan kualitas sanitasi setelah banjir surut.

“Secara umum kondisi kesehatan warga yang terdampak banjir baik. Namun kami tetap melakukan penanganan segera dan pemantauan berkelanjutan karena kemungkinan ada penurunan sanitasi pascabanjir,” ujarnya kepada wartawan, Senin (1/12/2025) kemarin.

Baca Juga : Antrean BBM di Banda Aceh Mengular Pascabanjir Melanda

Dari 217 pos pengungsian yang sebelumnya terdata, kini hanya beberapa pos yang masih berisi pengungsi di Medan Marelan dan Medan Labuhan. Mayoritas warga sudah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan hunian mereka.

Pada awal banjir, tenaga kesehatan puskesmas melakukan pemeriksaan dan pemberian obat di pos-pos pengungsian.

Seiring kembalinya warga ke rumah, Dinkes mengalihkan layanan dengan melakukan kunjungan langsung, khususnya kepada kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, bayi dan balita, penyandang disabilitas.

Sementara itu, warga non-rentan diimbau mendatangi puskesmas bila memerlukan pelayanan kesehatan.

Baca Juga : Harga Minyak Eceran Melambung Tinggi di Padangsidimpuan, Masyarakat Wanti-wanti saat Beraktivitas

Dinas Kesehatan mencatat empat penyakit yang paling banyak ditemukan pada warga pascabanjir, yakni demam, ISPA, penyakit kulit, diare.

Untuk mendukung pelayanan, Dinkes mengerahkan 41 puskesmas dan PSC (Public Safety Center) yang bersifat mobile untuk membantu rujukan ke rumah sakit bila diperlukan.

Seluruh pegawai puskesmas dilibatkan, kecuali mereka yang rumahnya terdampak banjir parah.

Di awal penanganan, sejumlah puskesmas sempat mengalami kekurangan obat akibat Instalasi Farmasi Dinkes Medan di Medan Labuhan ikut terendam banjir. Kendala tersebut diatasi dengan meminjam obat dari puskesmas lain yang tidak terdampak.

Bantuan obat-obatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumut pada Jumat lalu juga sangat membantu puskesmas di wilayah yang paling terdampak.

Saat ini, Instalasi Farmasi Kota Medan sudah kembali beroperasi normal dan siap memenuhi permintaan obat tambahan dari seluruh puskesmas.

(zie/Nusantaraterkini.co)