Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Disindir Hakim MK, Kepala BNPB Akui Salah Soal Pernyataan Banjir Sumatera

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Banjir Bandang Menerjang Tiga Provinsi di Sumatera (foto:istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto akhirnya angkat suara setelah pernyataannya tentang banjir Sumatera menuai kritik luas. Dengan nada penuh penyesalan, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia atas ucapannya yang sempat viral dan dianggap meremehkan bencana.

Suharyanto menegaskan, pernyataan yang menyebut “banjir Sumatera hanya ramai di media sosial” itu sebenarnya disampaikan dalam konteks menenangkan warga di Tapanuli Utara saat ia meninjau lokasi bencana sejak hari pertama.

“Saya menyesal dan meminta maaf. Redaksinya keliru. Maksud saya hanya menggambarkan kondisi Tapanuli Utara yang tidak separah wilayah lain seperti Tapanuli Tengah dan Sibolga. Saya siap menerima kesalahan,” ujarnya dikutip kumparan, Jumat (5/12/2025).

Baca Juga : Target Mei 2026, 103 Unit Huntap Tapanuli Utara Siap Relokasi Warga Terdampak Bencana

BNPB Klaim Kerahkan Kekuatan Penuh Sejak Hari Pertama

Mantan Pangdam V/Brawijaya itu menegaskan tak pernah ada niat sedikit pun untuk mengecilkan penderitaan korban di Aceh, Sumatera Utara, maupun Sumatera Barat. Ia menyebut seluruh kemampuan BNPB dikerahkan sejak awal bencana.

“Demi Allah, tidak ada di hati atau pikiran saya untuk meremehkan bencana ini. Saya sejak awal tidak keluar dari tiga provinsi ini. Semua personel, peralatan, dan sumber daya BNPB kami turunkan,” tegasnya.

Baca Juga : BNPB Targetkan Warga Gayo Lues Pindah dari Tenda ke Huntara Sebelum Lebaran

Ia mengakui kesalahannya dalam penyampaian ke media, dan meminta jajaran Kapusdatin hingga unsur pengarah BNPB membantu agar tidak ada kesalahan komunikasi serupa di kemudian hari.

“Saya bekerja saja di lapangan sekuat tenaga agar tidak ada blunder lagi,” ucapnya.

Fokus Pemulihan Aceh – Sumut – Sumbar

Baca Juga : Seluruh Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

Suharyanto menyebut dirinya dan seluruh jajaran kini memusatkan tenaga untuk mempercepat pemulihan. Ia berharap kerja nyata di lapangan dapat membuktikan pengabdian BNPB bagi masyarakat terdampak.

“Mudah-mudahan waktu yang berjalan dapat menunjukkan Dharma Bhakti terbaik kami untuk warga Aceh, Sumut, dan Sumbar yang sedang menderita,” katanya.

Sindiran Menohok dari Hakim MK Saldi Isra

Baca Juga : Erupsi Gunung Api Dukono di Halmahera Utara, Tiga Pendaki Belum Ditemukan

Sebelumnya, pernyataan Suharyanto disindir keras oleh Hakim Mahkamah Konstitusi Saldi Isra dalam sidang pembahasan UU TNI. Tanpa menyebut nama, Saldi—yang juga putra asli Padang—mengaku sedih mendengar komentar seorang perwira tinggi terkait bencana Sumatera.

“Sebagai orang yang berasal dari daerah bencana, saya perlu sampaikan itu. Masa bencana dikatakan hanya ribut di medsos? Ini harus jadi refleksi,” ujar Saldi.

Sindiran itu menambah sorotan publik terhadap pernyataan Suharyanto, hingga akhirnya ia menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf.

Baca Juga : Prabowo Wujudkan Tradisi Meugang di Aceh, Kucurkan Rp72,75 Miliar untuk Warga Terdampak Banjir

Pernyataan Lengkap Suharyanto

Saya menyesal dan meminta maaf, pernyataan saya secara lengkap sebetulnya tadinya hanya berkaitan dengan Kondisi Tapanuli Utara yang saat saya datang sejak hari pertama bencana di lapangan untuk Tarutung, Silangit dan sekitarnya tidak separah Tapanuli Tengah dan Sibolga, untuk menenangkan masyarakat di sana, tapi redaksinya keliru, saya siap salah.

Saya tidak membela diri tapi demi Allah tidak sedikitpun di hati, pikiran dan tindakan saya yang meremehkan bencana ini, sejak awal saya tidak keluar dari 3 provinsi ini, dan mengerahkan kekuatan penuh BNPB baik personel, materiil dan segala sumber daya yang dimiliki.

Baca Juga : Anggota DPR RI Dukung Kayu Terbawa Banjir Sumatera Dimanfaatkan

Saya bekerja saja di lapangan sekuat tenaga agar jangan blunder lagi untuk pemberitaan ke media saya minta Kapusdatin dan beberapa unsur pengarah BNPB yang menyampaikan.

Mungkin itu, mudah-mudahan seiring berjalannya waktu kami bisa menunjukkan Dharma Bhakti kami yang terbaik baik bagi masyarakat Aceh, Sumut, Sumbar yang saat ini menderita dan tentu bagi seluruh rakyat Indonesia. 

(Dra/nusantaraterkini.co)