Diskusi Pink Fanta: Program UMKM dan Makan Siang Gratis Keberpihakan Bagi Perempuan
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Pemilih muda atau TKN Fanta Prabowo-Gibran menggelar Talk Show bertajuk "Penuntasan Stunting dan UMKM, Dua Isu Strategis bagi Perempuan yang Dibawa Mas Gibran" di Fanta Headquarters (HQ), Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta, Minggu (24/12/2023).
Baca Juga : Bacagub Jakarta Ridwan Kamil Kunjungi Markas TKN Fanta
Talk Show ini diinisiasi oleh Pink Fanta, merupakan kluster dari TKN Fanta Prabowo-Gibran, dihadiri oleh Komandan Pink Fanta Suci Suaib Saenong, Komandan Fanta Health dokter Ardiansyah Bahar, Caleg DPRD DKI Jakarta dari Partai Demokrat Khadijah Almakiyah, dan Tim Penerus Negeri Niha Nihaya.
Baca Juga : Orang Muda Diminta Ikut Dorong Kebijakan di Sektor Maritim
Komandan Pink Fanta Suci Suaib Saenong mengatakan, pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memiliki keberpihakan terhadap isu perempuan. Hal tersebut kata dia, terlihat dari penyataan Gibran saat debat cawapres menyebut penuntasan stunting dan ketersediaan sanitasi menjadi dua isu yang menjadi perhatian dalam program kerjanya.
"Keberpihakan itu terlihat saat debat kemarin. Satu-satunya yang mengangkat isu yang sangat dekat dengan perempuan itu mas Gibran," ujar Suci.
Baca Juga : Pujakesuma Bersatu Komitmen Dukung Program Prabowo-Gibran untuk Rakyat
Caleg DPR-RI Dapil Sulawesi Tenggara itu menuturkan, perempuan merupakan tumpuan generasi ke depan. Dia menekankan, penuntasan masalah stunting harus dimulai dari pemberdayaan perempuan secara dini.
Baca Juga : Misi Asta Cita, USU Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan
Ia pun mendukung salah satu program unggulan Prabowo-Gibran yakni pemberian makan siang dan susu gratis untuk mencegah stunting. Menurut Suci, program pemberian makan siang dan susu gratis juga berkaitan dengan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM).
"Hubungannya dengan UMKM, kita tahu seorang pada saat pandemi COVID, benteng terakhir itu adalah perempuan. Yang bisa melaksanakan bisnis UMKM dari rumah dengan online, sambil tetap mendidik anaknya. Inilah keunggulan perempuan yang bisa survive dengan mental yang kuat," kata Suci.
Baca Juga : Anis Byarwati: Kartini Simbol Keberanian Perempuan Pembentuk Peradaban
Di kesempatan yang sama, Komandan Fanta Health dokter Ardiansyah Bahar menilai, Gibran sangat tepat dan komprehensif dalam menjawab pertanyaan soal infrastruktur sosial. Gibran juga membawa contoh di Solo yakni terkait IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) komunal untuk kawasan padat penduduk di Solo dan air bersih yang bekerja sama dengan kabupaten sekitarnya.
Baca Juga : Panglima TNI Apresiasi Pemberdayaan Perempuan Dharma Pertiwi untuk Ketahanan Bangsa
"Karena stunting ini adalah isu penting yang paslon 2 ingin tuntaskan. Jadi selain menjawab pertanyaan infrastruktur sosial, beliau menghubungkan salah satu penyebab dari stunting, ketika infrastruktur sosial dalam hal ini sanitasi dan lingkungan dan sanitasi dan air bersih ini tidak tersedia," kata mantan Sekjen PDUI ini.
Kemudian, Caleg DPRD DKI Jakarta dari Partai Demokrat Khadijah Almakiyah, ikut menggarisbawahi program makan siang dan susu gratis. Salah satu pengasuh Pondok Pesantren Almakiyah Lubang Buaya ini menyampaikan, jika ada pihak yang menyepelekan program pemberian makan gratis untuk anak usia sekolah, maka mereka adalah orang yang sombong.
Sebab kata dia, realita di masyarakat, masih banyak orang tua yang belum memberikan makanan bergizi lantaran kondisi ekonomi yang sulit.
"Kalau sekarang sampai ada orang yang menyepelekan program kasih makan gratis pada anak-anak usia sekolah mereka adalah orang-orang yang sombong dan angkuh," kata dia.
Karena itu perempuan yang juga konselor psikologi itu berharap, program makan siang gratis dan susu gratis bisa dilaksanakan.
"Ini upaya yang sangat mulia dari dan semoga terwujud. Karena banyak negara lain yang sudah melaksanakan hal serupa dan saya yakin ini akan sangat membantu masyarakat," kata putri bungsu almarhum Abuya KH Syakrim, sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) Jakarta itu.
Hal yang senada dikatakan Niha Nihayah, Tim Penerus Negeri, kelompok relawan milenial.
“Mas Gibran ini menyampaikan secara komprehensif melihat tidak hanya permasalahan solusi dalam jangka dekat tetapi dalam jangka lama terpikirkan, dan mengangkat permasalahan yang tentu mungkin nggak kebayang dengan paslon lainya," kata Niha.
Secara terpisah, Komandan TKN Fanta Prabowo-Gibran Arief Rosyid Hasan mengapresiasi Talk Show yang diinisiasi oleh Pink Fanta yang membahas soal isu perempuan dan kesehatan.
"Orang muda harus ambil bagian dalam pembangunan Republik Indonesia, salah satunya pembangunan kualitas sumber daya manusia yang dimulai dari gizi baik dan isu ini diangkat oleh Pink Fanta dalam diskusi," kata Arief Rosyid.
(HAM/nusantaraterkini.co)
