Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Disnaker Panggil Perusahaan Es Krim KEK Sei Mangkei, Kutip Uang Rp 2 Juta dari Pelamar Kerja

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ist

NUSANTARATERKINI.CO - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Simalungun akan memanggil manajemen PT Aice Sumatera Industry, perusahaan es krim dengan produk Aice asal KEK Sei Mangkei.

Pemanggilan ini dikarenakan adanya pengutipan uang terhadap pelamar kerja sebesar Rp 2 juta/orang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Manajemen PT Aice Sumatera Industry mempercayakan proses rekrutmen tenaga kerja kepada PT Macan Cahaya Sejahtera.

Baca Juga : Geledah Kantor KUPP OKI, Kejati Sumsel Sita 17 Bundel Dokumen SPB

Proses rekrutmen ini pun dinilai janggal lantaran para pencari kerja diminta uang dengan iming-iming kontrak tiga bulan kerja asal menyerahkan uang.

Namun nyatanya pekerja di-cut off dalam tempo sebulan kerja. 

Kepala Disnaker Kabupaten Simalungun, Riando Purba mengatakan bahwa kabar ini sudah diketahui oleh Administrator KEK Sei Mangkei.

Baca Juga : Buntut Viral Kecelakaan Truk, Wali Kota Palembang Pastikan Oknum Dishub Pemicu Tabrakan Beruntun Ditindak Tegas

Sesuai rencana, pihak perusahaan es krim tersebut akan dipanggil untuk dimintai keterangan. 

"Administrator KEK Sei Mangkei sudah tahu juga informasi ini. Dan nanti kita akan memanggil PT Aice Sumatera Industry untuk memberikan klarifikasi soal dugaan pengutipan uang dari tenaga kerja," kata Riando. 

Sebagaimana harapan Presiden Jokowi pada tahun 2015 saat mengunjungi KEK Sei Mangkei, presiden berharap agar KEK mampu menjadi rumah bagi para perusahaan yang memiliki niat untuk memajukan ekonomi Sumatra Utara baik dari sisi perdagangan dan jasa, maupun serapan tenaga kerja. 

Baca Juga : Es Krim Plat BK dan Senyum Muallem: Sindiran Manis untuk Bobby Nasution

Namun, kasus adanya rekrutmen tenaga kerja yang tak profesional dan tak mengedepankan integritas akan memberikan preseden buruk untuk perusahaan lainnya di KEK Sei Mangkei. 

"Makanya ini nanti kita panggil. Kita nggak mau ada seperti ini di KEK Sei Mangkei," terang Riando. 

Adapun sebelumya, pihak perusahaan PT Aice Sumatera Industry, Albert V Pardede yang dikonfirmasi reporter mengatakan bahwa mereka tidak tahu menahu apa yang dilakukan vendor kepada para karyawan sebelumnya.

Baca Juga : Dispora Sumut Rancang Sport Center Jadi Kawasan Kota Baru Berbasis Bisnis

Namun ia mengaku pihak perusahaan akan memprioritaskan para pekerja di kesempatan yang akan datang. 

"Proyek pekerjaan itu telah selesai, Pak. Karena tugas mereka marchandise. Untuk uang admin kami tidak tahu, pak," katanya. 

(*/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Polda Sumsel Sita 11.443 Ekstasi dan 1,3 Kg Sabu Siap Edar di Palembang Lewat Ekspedisi Resmi