Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dolar AS Bangkit Tipis Usai Tertekan Mata Uang Global

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dollar AS. (Foto: Antara).

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada perdagangan Jumat waktu setempat atau Sabtu (27/12/2025) WIB, setelah beberapa hari terakhir berada di bawah tekanan mayoritas mata uang utama dunia.

Berdasarkan data Xinhua, indeks dolar yang mencerminkan kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang global menguat 0,05 persen ke level 98,022. Penguatan ini menandai upaya dolar keluar dari tren pelemahan yang mendominasi perdagangan sebelumnya.

Di pasar New York, euro tercatat melemah ke USD1,1777 dari posisi sebelumnya USD1,1784. Poundsterling Inggris juga bergerak turun ke level USD1,35, dibandingkan sesi sebelumnya di USD1,3508.

Baca Juga : Rupiah Hari Ini Dibuka Menguat ke Rp17.126 per Dolar AS, Didorong Pelemahan Greenback

Sementara itu, dolar AS menguat terhadap yen Jepang ke level 156,50 yen, dari sebelumnya 156,11 yen. Penguatan juga terjadi terhadap franc Swiss, dengan dolar naik ke 0,7891 dari 0,7882.

Namun, pergerakan dolar belum sepenuhnya solid. Mata uang Negeri Paman Sam masih melemah tipis terhadap dolar Kanada ke 1,3672 dari 1,3674, serta turun terhadap krona Swedia ke 9,16 dari 9,1744.

Arah Suku Bunga The Fed Jadi Kunci

Baca Juga : Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah Terbatas di Kisaran Rp17.100–Rp17.200, Pasar Masih Wait and See

Menurut laporan Investing.com, arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) menjadi perhatian utama pelaku pasar dalam menentukan langkah terhadap dolar AS.

Ekspektasi penurunan suku bunga AS di masa mendatang membuat dolar tertekan dalam beberapa hari terakhir. Pasar semakin yakin peluang pemangkasan suku bunga lanjutan pada 2026 akan terbuka, seiring laju inflasi yang menunjukkan tanda-tanda pelonggaran.

Di sisi lain, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut menekan daya tarik dolar. Kondisi ini memberikan ruang bagi mata uang Asia untuk menguat, meskipun aktivitas perdagangan global masih relatif lesu.

Baca Juga : Dolar AS Perkasa, Rupiah Tertekan ke Rp16.922 di Tengah Sentimen Perang Global

(Dra/nusantaraterkini.co)