Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Suasana khidmat menyelimuti Sasana Budaya, Philanthropy Building Dompet Dhuafa, pada Selasa (6/1/2025) siang. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan gema lagu Indonesia Raya menjadi pembuka dimulainya babak baru perjalanan akademis Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Budi Bakti.
Di hadapan jajaran pengurus yayasan dan tamu undangan, sumpah jabatan terucap teguh, menandai puncak prosesi Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Ketua STIM Budi Bakti untuk periode 2026-2030.
Dalam siaran pers STIM, Kamis (8/1/2026), dituliskan, kegiatan tersebut menjadi momentum krusial bagi keberlanjutan institusi. Bukan sekadar seremoni administratif, pelantikan ini merupakan langkah strategis untuk menjamin kesinambungan kepemimpinan dan mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang baik (Good University Governance).
Baca Juga : Sumpah Jabatan Diucapkan dalam Bahasa Inggris, Waka DPR Cucun Tinggalkan Pelantikan Rektor UPI
Dalam prosesi tersebut, estafet kepemimpinan diserahkan dari Rina Fatimah, Ketua STIM Budi Bakti periode sebelumnya, kepada Ahmad Juwaini selaku Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika (YDDR). Amanah kepemimpinan kemudian diserahkan secara resmi oleh Ahmad Juwaini kepada Dr. (C) Aza El Munadiyan, S.Si., M.M., yang ditetapkan sebagai Ketua STIM Budi Bakti periode 2026-2030. Penandatanganan berita acara serah terima jabatan menjadi simbol sahnya legitimasi kepemimpinan baru ini.
Dalam sambutan perdananya, Dr (C) Aza El Munadiyan menegaskan komitmennya untuk membawa STIM Budi Bakti ke arah yang lebih progresif sesuai tantangan zaman.
"STIM Budi Bakti menjadi kampus sociotechnopreneur yang berdampak bagi masyarakat global," ungkap Aza, menekankan visi masa depan institusi yang kini dipimpinnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala LLDIKTI Wilayah 4 yang memberikan sambutan, menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan regulator dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kehadiran para tokoh penting menjadi penanda kuatnya komitmen bersama dalam pengembangan STIM Budi Bakti ke depan.
Rangkaian agenda ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah yang hangat, mempererat ikatan antara Rina Fatimah, Dr. (C) Aza El Munadiyan, Ahmad Juwaini, serta seluruh civitas akademika yang hadir. Dengan nakhoda baru, STIM Budi Bakti diharapkan dapat berlari lebih kencang, tidak hanya dalam mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan yang memberdayakan.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
