Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dua Tim Mundur, Format Liga 4 Piala Gubernur Sumut Dirombak Jelang Kick-off

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Muhammad Ardiansyah
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Logo Liga 4 Sumatera Utara. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, MEDAN –Dinamika jelang bergulirnya Liga 4 Piala Gubernur Sumatera Utara (Sumut) musim 2025/2026 tak terhindarkan. 

Mundurnya dua peserta, Mahkota Palas dan Batak United FC, memaksa Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumut melakukan perombakan format kompetisi hanya beberapa hari sebelum kick-off.

Baca Juga : Wagub Surya Lepas Payabakung United Menuju Piala Presiden RI usai Rajai Liga 4 Sumut

Keputusan kedua tim tersebut membuat jumlah peserta berkurang menjadi 17 klub. Alhasil, PSSI Sumut harus menggelar ulang proses pengundian grup demi menjaga keseimbangan kompetisi.

Baca Juga : Liga 4 Sumatera Utara Masuk Babak Enam Besar, Pertandingan Digelar di Stadion Unimed

Sekretariat PSSI Sumut, Yosephine Sembiring menyebut, langkah ini diambil agar pembagian grup tetap adil dan kompetitif.

“Setelah ada tim yang mundur, kita langsung lakukan drawing ulang. Ini penting supaya komposisi grup tetap seimbang,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Baca Juga : KJFC jadi Pendaftar Pertama Open Sepakbola Wartawan Piala Gubernur Sumut 2026

Dengan perubahan tersebut, kini kompetisi dibagi menjadi tiga grup dengan komposisi berbeda dari sebelumnya. Grup A dan B masing-masing dihuni enam tim, sementara Grup C diisi lima tim.

Baca Juga : 17 Klub Siap Bertarung, Piala Gubernur Sumut jadi Liga 4 Pionir Kompetisi Profesional

Situasi ini turut menjadi tantangan tersendiri bagi panitia pelaksana, mengingat waktu menuju pelaksanaan yang semakin sempit. Meski begitu, PSSI Sumut memastikan seluruh penyesuaian dapat diselesaikan tepat waktu.

Kompetisi kasta keempat ini dijadwalkan mulai bergulir, pada 26 Maret 2026, dengan tiga venue yang telah disiapkan, yakni Lapangan Cadika, Lapangan Yon Zipur dan Lapangan Unimed.

Di tengah perubahan tersebut, PSSI Sumut juga masih menunggu keputusan dari Komite Disiplin (Komdis) terkait kemungkinan sanksi bagi klub yang mengundurkan diri.

“Kita tunggu keputusan Komdis. Tapi di sisi lain, kita juga memahami kondisi masing-masing klub,” kata Yosephine.

Meski diwarnai dinamika, PSSI Sumut tetap optimistis Liga 4 musim ini dapat berjalan lancar dan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Kompetisi ini diharapkan menjadi ajang pembinaan bagi talenta-talenta muda di Sumatera Utara, sekaligus menjaga keberlangsungan ekosistem sepak bola daerah.

(Cw2/Nusantaraterkini.co)