Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dualisme PWI Sumut Tuntas: Farianda Ditetapkan sebagai Ketua Sah, Austin Nyatakan Bersatu

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Dualisme PWI Sumut Tuntas: Farianda Ditetapkan sebagai Ketua Sah, Austin Nyatakan Bersatu. (Foto: istimewa)

nusantaraterkini.co, JAKARTA – Setelah melewati perjalanan panjang dan penuh dinamika, kisruh dualisme kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Utara akhirnya berakhir dengan damai. Kepastian itu disampaikan langsung oleh Tim Penyelesaian Dualisme PWI Pusat yang dipimpin oleh Ketua Dewan Kehormatan PWI, Atal S. Depari, dalam pertemuan daring antara pengurus pusat dan daerah pada Jumat (10/10/2025).

Pertemuan yang berlangsung kondusif dan terbuka itu dihadiri oleh tiga perwakilan dari PWI Sumut, yakni Farianda Putra Sinik, SR Hamonangan Panggabean, dan Austin EA Tumengkol. Sementara jajaran PWI Pusat mengikuti rapat dari Ruang Rapat Pleno Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Turut mendampingi Atal dalam pertemuan tersebut antara lain Anrico Pasaribu, Kadirah, Hilman Hidayat, dan Edison Siahaan. Rapat berlangsung selama satu jam lebih, sejak pukul 11.00 hingga 12.00 WIB.

Baca Juga : Meriahkan HPN 2026, PWI Sumut Ajak Anggota Ramaikan Domino Piala Kapolrestabes

"Berdasarkan hasil musyawarah hari ini, PWI Pusat menetapkan kepengurusan Saudara Farianda Putra Sinik sebagai pengurus sah PWI Provinsi Sumatera Utara,” ujar Atal S. Depari.

“Kami sudah mendengar pandangan dan komitmen dari kedua pihak. Alhamdulillah, semuanya menerima keputusan ini dengan semangat persaudaraan.”

Akhiri Dualisme, Bangun Kembali Persaudaraan Wartawan

Baca Juga : UKW Angkatan 75-76 Diikuti 60 Orang Peserta

Usai keputusan itu dibacakan, Farianda Putra Sinik menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada jajaran PWI Pusat. Ia mengajak seluruh anggota untuk kembali bersatu membangun organisasi yang lebih solid.

"Saya berterima kasih kepada PWI Pusat yang telah menuntaskan persoalan ini secara bijak. Saya juga mengajak adik saya, Austin, dan semua rekan wartawan di Sumut untuk bersama-sama memperkuat PWI agar lebih profesional dan berintegritas,” ucap Farianda.

Sementara itu, Austin EA Tumengkol menyatakan menerima keputusan tersebut dengan lapang dada dan semangat kebersamaan.

"Saya menerima keputusan ini dengan tulus. Kini saatnya kita menatap ke depan, menjaga marwah organisasi, dan mengembalikan kejayaan PWI Sumut,” ujarnya dari Medan.

Kongres Persatuan Jadi Dasar Rekonsiliasi

Anggota Tim Penyelesaian Dualisme PWI Pusat, Anrico Pasaribu, menegaskan bahwa keputusan ini bukan hanya mengakhiri perbedaan, tetapi juga menjadi momentum rekonsiliasi antarsesama insan pers.

"Amanat Kongres Persatuan PWI 2025 menekankan pemulihan penuh terhadap seluruh keanggotaan yang sebelumnya terlibat konflik. Tidak ada lagi kubu-kubuan, semua kembali ke rumah besar PWI,” tegas Anrico.

Ia menambahkan, proses musyawarah berlangsung dengan suasana kekeluargaan dan penuh itikad baik.

“Diskusi berjalan produktif dan berujung pada kesepakatan bersama. Hasil musyawarah ini akan segera dituangkan dalam keputusan resmi PWI Pusat,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Tim Penyelesaian Dualisme PWI se-Indonesia dibentuk berdasarkan mandat Kongres Persatuan PWI yang digelar di Cikarang pada 29–30 Agustus 2025. Tim ini bertugas menuntaskan konflik internal di sejumlah provinsi yang sempat mengalami perpecahan menjelang kongres tersebut.

Dengan selesainya polemik di Sumatera Utara, PWI Pusat berharap semangat persatuan ini menjadi contoh bagi daerah lain.

“Kami berharap proses damai di Sumut bisa menjadi teladan. PWI adalah rumah besar bagi seluruh wartawan Indonesia — tempat kita menumbuhkan profesionalisme, solidaritas, dan integritas,” pungkas Atal S. Depari.

(Dra/nusantaraterkini.co)