Nusantaraterkini.co, MEDAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kamis (5/2/2026), merilis bahwa kinerja ekonomi Sumutsepanjang tahun 2025 mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,53 persen. Meskipun angka ini menunjukkan tren positif, laju pertumbuhan tersebut terpantau lebih rendah jika dibandingkan dengan pencapaian pada tahun 2024 yang mampu tumbuh sebesar 5,03 persen.
Kepala BPS Sumut Asim Saputra, memaparkan, berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, nilai ekonomi Sumut di tahun 2025 telah mencapai Rp1.236,19 triliun dengan PDRB per kapita sebesar Rp72,65 juta atau setara dengan 4.410,09 US Dollar.
Baca Juga : Minyakita Langka di Pasar Sumut, Pengamat Soroti Dugaan Pasokan hingga Spekulan
Pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025 didorong oleh hampir seluruh lapangan usaha, kecuali sektor Konstruksi yang mengalami kontraksi tipis sebesar 0,02 persen serta Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib yang terkontraksi 0,60 persen.
"Sektor yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi dan Pergudangan yang melonjak signifikan sebesar 10,74 persen, disusul oleh Jasa Perusahaan sebesar 10,45 persen, serta Real Estat sebesar 8,64 persen. Sementara itu, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang memegang peran dominan dalam ekonomi wilayah tetap tumbuh positif sebesar 4,88 persen," paparnya.
Baca Juga : Tingkat Pengangguran Terbuka Sumut Turun Menjadi 5,01 Persen
Dari sisi pengeluaran, lanjutnya, mesin pertumbuhan utama Sumut pada tahun 2025 dipicu oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh sebesar 10,24 persen. Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yang menjadi penopang utama ekonomi domestik juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,74 persen dan memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB sebesar 51,12 persen. Di sisi lain, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) masing-masing tumbuh tipis sebesar 0,14 persen dan 0,56 persen.
Baca Juga : Kesejahteraan Petani Sumut Meningkat, Nilai Tukar Petani April 2026 Naik 3,37 Persen
Khusus pada Triwulan IV-2025, ekonomi Sumatera Utara terhadap Triwulan IV-2024 (y-on-y) tumbuh sebesar 4,23 persen, sementara jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q) tumbuh tipis sebesar 0,13 persen. Pada periode kuartalan ini, pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi dicapai oleh sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib yang naik 17,81 persen, serta sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 16,76 persen yang didorong oleh momentum libur akhir tahun.
Asim Saputra, menjelaskan bahwa secara spasial, Sumut masih mengukuhkan posisinya sebagai motor utama ekonomi di Pulau Sumatera dengan kontribusi sebesar 23,54 persen, melampaui Provinsi Riau dan Sumatera Selatan. Ia menegaskan bahwa kekuatan ekonomi wilayah ini masih sangat dipengaruhi oleh sektor-sektor primer yang stabil.
Baca Juga : Optimisme Regional: Wagub Sumut Klaim Perekonomian Lokal dalam Fase Konsolidasi yang Kuat
"Perekonomian Sumatera Utara masih didominasi oleh Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang memberikan kontribusi sebesar 25,32 persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 18,97 persen; Industri Pengolahan sebesar 18,39 persen; Konstruksi sebesar 12,11 persen; serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 5,18 persen," jelas Asim Saputra.
Baca Juga : Ternyata Bukan Semarang atau Solo! Ini Daerah Terkaya di Jawa Tengah
(Emn/Nusantaraterkini.co)
