Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Empat Hari Terisolir Akibat Banjir, 310 Ribu Jiwa di Kabupaten Aceh Tamiang Terancam Kelaparan

Reporter :  Muhammad Alfi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Penampakan pantauan udara kondisi banjir yang terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (29/11/2025) siang. (Foto : istimewa)

Nusantaraterkini.co,ACEH TAMIANG - Sebanyak 310 ribu jiwa di 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang, hingga kini masih terisolir. Dalam pantauan udara yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), terlihat ribuan pemukiman yang ada masih terendam banjir, Sabtu (29/11/2025).

Tidak hanya itu, sejumlah warga juga terlihat masih bertahan di atap rumah akibat banjir yang menggenangi pemukiman mereka.

Sementara itu, setelah sempat tidak ada kabar lebih dari tiga hari akibat terputusnya jaringan listrik dan internet yang ada, Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Armia Fahmi, akhirnya dapat melakukan komunikasi dengan menggunakan radio milik organisasi amatir radio indonesia (Orari).

Baca Juga : 8 Kecamatan Aceh Tamiang Terendam Banjir hingga Setinggi Pinggang, Ribuan Warga Mengungsi
Dalam percakapan di radio tersebut, Armia Fahmi menyampaikan jika saat ini kondisi di Kabupaten Aceh Tamiang semakin memburuk. Dimana, sejumlah pasokan bahan makanan tidak lagi tersedia untuk 310 ribu jiwa yang ada di 12 Kecamatan.

"Saya laporkan untuk kondisi Aceh Tamiang, itu kondisinya lumpuh total. Untuk jalur darat, menuju Tamiang sudah putus total pak, diakibatkan banjir dan juga longsir di wilayah Bukit Seumadam dan Alur Gantung," katanya dalam sambungan radio, Sabtu (30/11/2025) siang. 

Tidak hanya itu, dalam percakapan di radio, Armia juga menyampaikan agar pemerintah provinsi maupun pusat untuk segera mengirim bantuan. Terutama, logistik makanan dan juga susu untuk balita.

"Kami membutuhkan bantuan segera Pak. Logistik makanan untuk 310 ribu jiwa, yaitu logistik makanan siap saji, air bersih dan air minum. Kemudian roti dan makanan serta susu untuk bayi," mintanya dalam percakapan tersebut.

Armia menjelaskan, dirinya dan masyarakat yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang kesulitan untuk berkomunikasi, lantaran tidak adanya akses listrik serta jaringan internet sejak empat hari yang lalu.

Baca Juga : 8 Kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang Terendam Banjir
"Saat ini kami sangat kesulitan untuk berkomunikasi meminta bantuan, karena tidak ada jaringan listrik dan internet saat ini," ucapnya.

Diketahui, bencana Banjir dan Tanah Longsor yang terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang sendiri, telah terjadi sejak Rabu (26/11/2025) lalu. Dan hingga kini, akses menuju Kabupaten Aceh Tamiang juga masih terputus total.

(Cw4/Nusantaraterkini.co)