Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Filosofi Buang Sial: Ribuan Burung Pipit Dilepas ke Langit Palembang pada Perayaan Imlek 2026

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Seorang pengunjung Kelenteng Dewi Kwan In, 10 Ulu, Palembang saat melakukan pelepasan burung yang dibeli dari pedagang, Selasa (17/2/2026). (Foto: Tia/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Seiring meningkatnya permintaan untuk menjalani tradisi buang sial atau pembebasan makhluk hidup (Fang Sheng), ribuan burung pipit ludes terjual di kawasan Kelenteng Dewi Kwan In, 10 Ulu, Palembang, pada perayaan Imlek 2026.

Salah seorang pedagang burung, Sayuti menyampaikan, dirinya mampu menjual hingga ribuan ekor burung selama momentum Imlek tahun ini.

Baca Juga : Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah, BP3MI Sumsel Siapkan Skema Evakuasi bagi Pekerja Migran

Puncak keramaian terjadi sejak Senin (16/2/2026) malam, hingga Selasa (17/2/2026) pagi tadi, saat umat mulai berdatangan untuk sembahyang.

Baca Juga : Hilal Tak Terlihat di Palembang, Kemenag Sumsel Prediksi Idulfitri Jatuh Sabtu 21 Maret

"Kalau penjualan burung selama Imlek tahun ini sekitar 5.000 burung laku. Harganya bervariasi, satu wadah ada yang isinya 30, 60, hingga 200 ekor. Per ekornya sekitar Rp2.000," ujar Sayuti saat ditemui di lapaknya. 

Pria yang sudah berjualan burung di setiap momen Imlek sejak tahun 1990-an ini mengatakan, jika burung-burung yang dibeli warga tersebut nantinya dilepaskan kembali sebagai bagian dari nazar atau ritual pembebasan.

Baca Juga : Dihantui Rasa Bersalah, Pembunuh Wanita di Kebun Nanas Muara Enim Serahkan Diri ke Polisi

"Filosofinya ini katanya untuk buang sial, atau juga ada yang punya nazar. Intinya pembebasan lah,” katanya.

Baca Juga : Pemkab OKI Terapkan Digitalisasi Pembelajaran di 951 Sekolah

Sementara itu, Nurma, salah satu umat yang bersembahyang di Kelenteng Dewi Kwan In menjelaskan, tradisi ini dipercaya membawa filosofi mendalam bagi mereka yang merayakan.

Selain melepas burung, ia juga melakukan tradisi membakar uang kertas sebagai simbol permohonan kesejahteraan.

Baca Juga : Empat Hari Pencarian, Siswi SD yang Hanyut di Sungai Musi Ditemukan Meninggal

"Pelepasan burung pipit ini merupakan simbol permohonan panjang umur dan sehat selalu. Kalau uang yang dibakar itu untuk kesejahteraan," jelasnya.

Baca Juga : Amankan Arus Mudik Lebaran 1447 H, Polda Sumsel Tertibkan Ratusan Truk ODOL di Jalintim

Ia berharap perayaan Imlek tahun ini dapat membawa keberkahan serta pemulihan ekonomi yang jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Harapannya ekonomi membaik dan perputaran ekonomi berjalan jauh lebih baik dari tahun kemarin," ucapnya.

Selain itu, perayaan imlek juga menjadi berkah bagi pedagang bunga. Karena, bunga juga dijadikan salah satu persembahan yang memiliki filosofi kesuksesan.

Salah satu pedagang bunga, Mirna mengaku jika dirinya menjual bunga mulai dari Rp5.000 hingga Rp7.000 per tangkai.

“Ini sudah hari keempat saya jualan bunga, dan sudah ribuan ya yang laku. Ini saja sudah 3000 tangkai yang datang dari suplayer di Bandung selama 4 hari ini,” pungkasnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co)