Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Fleksibilitas Pemulihan: Pemerintah Tawarkan Dana Tunggu Hunian bagi Penyintas Bencana

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto. (foto:RMOL)

Nusantaraterkini.coJAKARTA-Strategi baru dalam penanganan pascabencana kini menitikberatkan pada kebebasan memilih bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal. Alih-alih hanya terpaku pada penyediaan barak pengungsian, negara kini menyodorkan opsi bantuan finansial langsung untuk masa tiga bulan pertama sebagai jembatan sebelum proyek hunian tetap selesai dikerjakan. 

Langkah ini diambil guna menjamin martabat dan kelayakan hidup para pengungsi selama masa transisi yang krusial, memastikan mereka memiliki sokongan ekonomi untuk mengatur kebutuhan hidup secara mandiri.

Baca Juga : Purbaya Tegaskan Dana TKD untuk Daerah Bencana di Sumatera Tidak Dipangkas

Dalam penjelasannya di gedung legislatif, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa alokasi dana untuk masyarakat terdampak telah diamankan melalui kolaborasi berbagai instansi terkait. Beliau merinci bahwa cakupan bantuan tersebut tidak hanya terbatas pada sektor papan, tetapi juga menyentuh aspek resiliensi ekonomi masyarakat. "Ada uang untuk pemulihan ekonomi, ada uang untuk hunian, uang untuk hidup," kata Bima di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/2026).

​Inti dari kebijakan ini adalah memberikan kedaulatan bagi warga untuk menentukan apakah mereka ingin menempati fasilitas penampungan sementara yang disediakan pemerintah atau mengelola bantuan tunai secara mandiri. Keputusan ini diharapkan dapat memangkas birokrasi yang kaku dalam penyediaan tempat bernaung darurat. 

"Warga bisa mendapatkan pilihan, sebelum nanti Huntapnya itu atau Huntara itu dibangun," kata Bima.

Di sisi lain, akurasi distribusi bantuan menjadi prioritas utama melalui integrasi data yang ketat oleh pemerintah daerah setempat guna meminimalkan risiko salah sasaran. Tidak hanya soal logistik, pembenahan dokumen kewarganegaraan juga dilakukan secara jemput bola oleh tim kependudukan di lokasi bencana. 

Baca Juga : Penyintas Bencana Tapteng Tolak Relokasi, Pemkab: Tidak kita Paksa

Dilansir RMOL, upaya terpadu ini diharapkan mampu memulihkan tatanan hidup para korban secara menyeluruh, baik dari sisi fisik hunian maupun administrasi kependudukan yang sempat terputus akibat bencana.

(Emn/Nusantaraterkini.co)