Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Gelar Retret Kedua, Komisi II: Momen Presiden Evaluasi Kinerja dan Penguatan Soliditas Kabinet

Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota Komisi II DPR Indrajaya menilai retret merupakan langkah strategis untuk memperkuat soliditas dan kekompakan antaranggota kabinet dalam menjalankan roda pemerintahan.(foto:istimewa)

Nusantaraterkini.coJAKARTAPresiden Prabowo menggelar pelaksanaan retret atau pembekalan kepemimpinan kedua bagi anggota Kabinet Merah Putih yang digelar di Hambalang.

Anggota Komisi II DPR Indrajaya, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan itu. Menurut Indrajaya, retret tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat soliditas dan kekompakan antaranggota kabinet dalam menjalankan roda pemerintahan. 

Baca Juga : Prabowo Lantik Dudung Abdurachman Jadi KSP dan M Qodari Kepala Badan Komunikasi Pemerintah

Ia menilai, tantangan pemerintahan ke depan membutuhkan kerja sama yang semakin erat serta kepemimpinan yang kuat dan sejalan.

Baca Juga : Resmi: Prabowo Lantik Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH dan Hasan Nasbi jadi Penasihat Khusus

“Retret ini sangat penting untuk menyatukan visi dan memperkuat kekompakan antarmenteri. Dengan kebersamaan yang solid, kinerja kabinet tentu akan semakin optimal,” kata Indrajaya, Selasa (6/1/2026).

Legislator Dapil Papua Selatan itu juga berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kinerja para anggota kabinet dalam melaksanakan program-program pemerintah. 

Baca Juga : May Day 2026 Buruh Sampaikan 11 Tuntutan, Presiden Janji Perlindungan Lebih Kuat

Menurutnya, pembekalan kepemimpinan menjadi momentum yang tepat untuk menyegarkan kembali komitmen pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga : Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa dan Instruksikan Evaluasi Perlintasan Kereta usai Kecelakaan

Selain itu, Indrajaya menekankan bahwa retret tersebut seharusnya dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintah selama satu tahun terakhir. Evaluasi ini dinilai penting agar berbagai kekurangan dapat diidentifikasi dan segera diperbaiki.

“Setahun berjalan, tentu ada capaian yang patut diapresiasi, tetapi juga ada hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Retret ini menjadi momen yang tepat untuk melakukan evaluasi kinerja secara jujur dan konstruktif,” tegasnya.

Lebih lanjut, Indrajaya meminta agar dalam agenda retret juga dibahas secara serius strategi percepatan penanganan dampak bencana, khususnya yang terjadi di wilayah Sumatera. Ia menilai, penanganan bencana membutuhkan koordinasi lintas kementerian yang kuat dan keputusan yang cepat.

“Dampak bencana di Sumatera perlu mendapat perhatian khusus. Saya berharap dalam retret ini dibahas langkah-langkah konkret dan terukur agar penanganan bencana bisa lebih cepat, tepat, dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

(Cw1/Nusantaraterkini.co)