NUSANTARATERKINI.CO, MEDAN - Komunitas Gen Z Anti Hoax (Kedan) Kota Medan melaksanakan pelatihan anti fitnah dan berita bohong di media sosial.
Dari informasi yang dihimpun, pelatihan ini mereka lakukan untuk mengedukasi masyarakat agar tidak menginformasikan kabar-kabar hoaks di media sosial.
Pelatihan ini berlangsung selama 3 hari, dimulai pada Selasa (30/1) hingga Kamis (1/2/2024).
Baca Juga : Nama Rektor USU Muryanto Amin Terseret Kasus Korupsi Jalan: Didesak Dinonaktifkan
Para peserta pelatihan mengunjungi beberapa lokasi di Kota Medan, antara lain Sumur Pompa Belawan, Kolam Retensi di Medan Selayang, Taman Sri Deli, dan kawasan Kesawan.
Hari terakhir pelatihan, Komunitas Gen Z Anti Hoax mengunjungi kawasan Kesawan.
Mereka ingin menunjukkan perubahan yang telah dilakukan oleh Wali Kota Medan, Bobby Nasution salah satunya kawasan Kesawan yang akan dikembalikan menjadi kawasan kota heritage
Baca Juga : PBB Apresiasi Langkah Gubsu Bobby Terhadap Sekolah Rakyat Padangsidimpuan
Dalam acara tersebut, Bobby Nasution memberikan penghargaan kepada Komunitas Gen Z Anti Hoax Kota Medan atas upayanya dalam melawan penyebaran informasi hoaks di media sosial.
Bobby Nasution mengatakan bahwa konten kreator memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat.
"Konten kreator bisa memberikan pengaruh dan edukasi kepada para penontonnya," kata Bobby saat menyapa Kedan Medan di kawasan Kesawan.
Baca Juga : Dua Agenda Besar Pemko Medan: Imlek Fair 21 Februari, Ramadan Fair 25 Februari
Bobby Nasution juga menyinggung masalah penyebaran informasi hoaks yang semakin marak di media sosial saat ini.
Ia berharap agar penyebaran informasi hoaks segera dihentikan, dan masyarakat lebih mengedepankan informasi yang benar dan bermanfaat.
"Saya berpesan agar konten kreator tidak menyebarkan hoaks atau fitnah melalui konten yang mereka buat," pesan Bobby.
Baca Juga : Hari Kunjung Perpustakaan Nasional, Pedagang Buku Bekas di Medan Diterpa Isu Penggusuran
Komunitas Gen Z Anti Hoax Kota Medan berkomitmen untuk terus melawan penyebaran informasi hoaks di media sosial.
Mereka akan terus melakukan pelatihan dan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
(*/nusantaraterkini.co)
Baca Juga : NasDem Dukung Usulan KPK: Capres Harus Berasal dari Kader Partai Politik
