Nusantaraterkini.co, Kisaran - 2 orang remaja asal Kabupaten Asahan meninggal dunia usai dicegat oleh puluhan anggota geng motor di Jalan Bahkora II atas, Kelurahan Simarimbun, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Pematang Siantar, Minggu (26/5/2024) lalu.
Dalam kejadian tersebut, terdapat satu orang korban selamat dan menerangkan bahwa puluhan geng motor tersebut membawa sajam.
Baca Juga : Teguhkan Cinta Al-Qur'an, Pembukaan MTQN Siantar Martoba Wujud Kepedulian terhadap Generasi Muda
"Awalnya kami jalan beriringan dua motor dengan Galang dan Hanafi. Mereka berboncengan, saya sendiri. Kemudian, melihat ada lima atau enam sepeda motor berboncengan dari arah berlawanan," kata M (16) korban selamat.
Baca Juga : PMKRI Siantar Gelar Peziarah Pengharapan Tahun Yubelium Bersama Mahasiswa
Awalnya, M dan dua korban meninggal dunia tidak menghiraukan rombongan tersebut.
Namun, M yang merasa tidak enak hati, menoleh ke belakang dan melihat rombongan geng motor tersebut putar arah.
Baca Juga : Tekan Angka Kecelakaan, Kapolres Asahan Latih Safety Riding ke Polisi Siswa
"Saya lihat kebelakang, saya sempat bilang ke bang Galang kalau mereka putar balik. Kami masih jalan santai. Sampai akhirnya, satu orang mencegat jalan kami," katanya.
Baca Juga : Geng Motor Bersajam Begal Pengendara Motor di Jalan Mistar
Karena melihat ada celah melarikan diri, M menancap sepeda motornya.
Sayang, Galang dan Hanafi tidak dapat melarikan diri, sehingga tercemplung ke sungai.
Baca Juga : Aksi Polisi Kejar Genk Motor Tuai Pujian Warganet
"Bang Galang mau lari. Tapi sepeda motor mereka di tendang, jadi mereka jatuh ke sungai. Setelah melihat itu, para komplotan geng motor tersebut meninggalkan lokasi dan saya putar balik," katanya.
Baca Juga : Viral Geng Motor Serang Pengunjung Warung di Asahan
M sempat hendak menolong rekan-rekannya dengan nyemplung ke sungai. Namun, akibat kelelahan, genggaman tangan Galang terlepas.
"Saya balik, bang Galang sama Hanafi minta tolong di sungai. Saya buka baju, dan celana Saya masuk ke sungai. Sempat di tarik ke pinggir, tapi karena kehabisan nafas, terlepas genggaman bang Galang. Kami tenggelam dan kembali muncul," katanya.
Namun, setelah terlepas genggamannya dari Galang, kedua korban tidak lagi terlihat sehingga Galang dan Hanafi ditemukan keesokan paginya oleh warga.
Sementara, dua korban meninggal dunia kini sudah di kebumikan di taman pemakaman umum (TPU) Buntu Pane, Senin (27/5/2024) siang.
(mft/Nusantaraterkini.co)
