Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Geng Motor Bersajam Kembali Buat Onar di Tembung

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Aldi Nasution
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tangkapan layar situasi warga melihat saat geng motor memasuki pemukiman masyarakat. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, DELISERDANG - Teror terhadap warga kembali terjadi di Gang Pinguin, Jalan Beringin, Pasar 7 Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Jumat (4/10/2024) malam.

Kejadian itu diduga lantaran kawasan tersebut baru saja memasang spanduk bertuliskan 'Dilarang Masuk Bagi Yang Ingin Belanja Narkoba'.

Baca Juga : Tekan Angka Kecelakaan, Kapolres Asahan Latih Safety Riding ke Polisi Siswa

Kemudian, belasan orang yang diduga geng motor membawa berbagai senjata tajam, mendatangi gang ini dan merusak spanduk yang baru saja dipasang oleh masyarakat.

Baca Juga : Geng Motor Bersajam Begal Pengendara Motor di Jalan Mistar

Dari pengakuan warga di lokasi, geng motor tersebut diduga suruhan pengedar narkoba yang keberatan oleh pemasangan spanduk itu.

Diketahui masyarakat Pasar 7 mulai kompak memasang satu persatu portal di gang masing-masing dalam rangka menutup akses bagi para pemakai narkoba yang hendak membeli barang haram tersebut.

Baca Juga : Polrestabes Medan Gerebek Narkoba di Bantaran Rel Tembung, Empat Orang Ditangkap

Seorang warga berinisial AK mengatakan, kedatangan geng motor itu sangat meresahkan, warga yang mengetahui aksi itu hanya bisa terdiam, takut menjadi sasaran geng motor.

Baca Juga : Sempat Hilang Usai Pamit Interview di Bank BCA, Warga Tembung Dikabarkan Meninggal di Kamboja

"Tiba tiba aja orang itu datang, bawa senjata tajam seperti samurai tapi lebih panjang, langsung menebas spanduk yang kita pasang, kita gak bisa lawan," katanya.

Dugaan kuat bahwa pengedar narkoba yang menjadi dalangnya sempat menjadi buah bibir di tengah masyarakat.

Baca Juga : Kenaikan Indeks Kerukunan dan Demokrasi Dorong Peluang Pembangunan dan Investasi

"Biasanya kan gak pernah gini, semenjak kita pasang spanduknya, tiba-tiba mereka anarkis di gang kita. Kalau gak disuruh gak mungkin mereka mau," pungkasnya.

(Cw4/Nusantaraterkini.co)