Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Gubernur Sumsel Minta Pompa Terintegrasi CCTV di Setiap Titik Banjir, Pantau Level Air Real-Time

WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Gubernur Sumsel, Herman Deru saat diwawancarai usai rapat koordinasi penangan banjir di Graha Bina Praja, Senin (4/5/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.coPALEMBANG—Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menginstruksikan pemasangan CCTV di setiap titik rawan genangan. Hal ini agar operasional mesin pompa dapat terintegrasi dengan pemantauan level air secara real-time guna mempercepat penanganan banjir di Kota Palembang.

“Kita hari ini rapat khusus tentang penanganan banjir Kota Palembang. Jadi dari pagi sampai sore hari ini memang teragenda untuk merumuskan sekaligus mengeksekusi penanganan banjir di Kota Palembang serta infrastruktur lainnya,” ujar Gubernur Sumsel Herman Deru, saat diwawanvarai usai rapat koordinasi penanganan banjir di Graha Bina Praja, Senin (4/5/2026).

Baca Juga : Gubernur Sumsel dan Sumut Siap Fasilitasi Pemulangan Jenazah Bus ALS

Langkah ini menjadi salah satu poin krusial dalam rapat khusus penanganan banjir yang bertujuan merumuskan sekaligus mengeksekusi perbaikan infrastruktur serta memangkas birokrasi berbelit yang menghambat aliran sungai ke muara Sungai Musi.

Baca Juga : Herman Deru Pastikan Kebutuhan Keluarga Korban Bus ALS Ditanggung

"Pompanisasi kita memang belum bagus. Mesin hidup, tapi tidak melihat level air di titik banjir. Karena itu saya minta dipasang CCTV di setiap titik banjir langganan, sehingga mesin pompa bisa diaktifkan secara cepat sesuai kebutuhan," katanya.

Baca Juga : Pemprov Sumsel Anggarkan Rp424 Miliar untuk Kolam Retensi di Simpang Polda

Deru menegaskan jika pemantauan melalui CCTV sangat penting agar petugas tidak hanya berpatokan pada satu titik utama seperti Sungai Bendung, melainkan dapat mendeteksi lokasi dengan elevasi air tinggi untuk segera dilakukan penyedotan.

Selain aspek teknologi, ia juga membentuk Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Banjir Kota Palembang untuk memperpendek birokrasi koordinasi lintas kewenangan antara pusat, provinsi, dan kota terhadap 114 sungai di Palembang.

Baca Juga : Bagindo Togar Sebut Drainase Palembang Paling Buruk dan Tata Ruang Semrawut

"Ada 16 sungai yang bermuara ke Sungai Bendung. Jadi jangan hanya berpatokan pada Sungai Bendung, tetapi di mana titik air tinggi, di situ langsung dilakukan penyedotan," tegas Herman Deru.

Baca Juga : Hutama Karya Luncurkan Mozy, Perkuat Transformasi Digital Pengelolaan Jalan Tol

Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan kepuasannya atas hasil rapat yang dinilai responsif dan langsung menyasar pada solusi teknis tanpa banyak hal normatif.

Dewa menyoroti penyelesaian kendala birokrasi operasional pompa yang selama ini menyulitkan petugas di lapangan, serta meminta deadline pembentukan satgas dipercepat menjadi satu minggu agar penanganan di lapangan segera bergerak.

Baca Juga : Data Real-Time Command Center Polda Sumsel: Antrean Mudik di Banyuasin dan Muara Enim Tembus 3 Kilometer

"Yang saya senang, rapat ini tidak banyak hal-hal normatif. Jadi satu masalah langsung ada eksekusinya. Saya dari awal sudah katakan soal kewenangan: kewenangan kota, provinsi, dan nasional. Alhamdulillah Pak Gubernur cukup responsif terhadap itu," ungkap Dewa.

Dewa menegaskan jika dengan adanya Satgas ini, koordinasi lintas instansi antara OPD provinsi dan pihak balai kini menjadi lebih ringkas. Ia memastikan setiap masalah teknis termasuk koordinasi operasional operator pompa, kini sudah memiliki jalur komunikasi yang jelas demi percepatan penanganan genangan air di Kota Palembang.

"Selama ini birokrasi terlalu berbelit. Misalnya hanya untuk menghidupkan pompa harus cari operator dulu, izin kepala balai dulu. Sekarang semuanya sudah clear," pungkasnya.

 (Tia/Nusantaraterkini.co)