Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Hamas Tunda Pembebasan Sandera Gegara Israel Langgar Gencatan

Editor :  hendra
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sejumlah sandera yang ditahan di Gaza sejak serangan mematikan 7 Oktober 2023, dibebaskan oleh militan Hamas sebagai bagian dari gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tawanan antara Hamas dan Israel di Deir Al-Bala. (Foto: Hatem Khaled/REUTERS)

nusantaraterkini.co, JAKARTA - Hamas memutuskan menunda sementara pembebasan sandera. Keputusan ini diambil setelah Israel dituding melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Dilansir Aljazeera, Selasa (11/2/2025), Hamas mengatakan akan menunda pembebasan tawanan tanpa batas waktu. 

Baca Juga : Donald Trump: Israel akan Serahkan Gaza ke Amerika Ketika Perang dengan Hamas Berakhir

Juru bicara sayap bersenjata Hamas telah mengeluarkan pernyataan di Telegram yang mengatakan kelompok itu akan menunda pembebasan lebih banyak tawanan Israel yang direncanakan pada hari Sabtu pada pekan ini.

"Sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata Abu Obeida dikutip kumparan.

Abu Obeida menyebut, pelanggaran Israel terus terjadi selama 3 pekan terakhir. Israel tidak mematuhi perjanjian.

Baca Juga : Hari Ini Israel Akan Bebaskan 183 Tahanan Palestina

"Selama tiga minggu terakhir, kepemimpinan perlawanan memantau pelanggaran musuh dan ketidakpatuhannya terhadap ketentuan perjanjian," lanjut Abu Obeida.

"Pelanggaran ini termasuk menunda kembalinya pengungsi ke Gaza utara, menargetkan mereka dengan penembakan dan tembakan di berbagai daerah di Jalur Gaza, dan gagal mengizinkan masuknya bahan bantuan dalam segala bentuk seperti yang disepakati. Sementara itu, perlawanan telah memenuhi semua kewajibannya," bebernya.

Juru bicara Brigade Qassam menambahkan keputusan untuk menunda pembebasan tawanan akan "tetap berlaku sampai entitas pendudukan mematuhi kewajiban masa lalu dan memberikan kompensasi secara surut. Kami menegaskan komitmen kami terhadap ketentuan perjanjian."

(Dra/nusantaraterkini.co)