Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (13/12/2024) lalu harga emas spot naik 1,11% menjadi $2.622,91 per ons troi. Namum, harga emas spot tercatat turun 0,96% dari posisi US$ 2.648,23 per ons troi dalam sepekan.
BACA: Harga Emas Spot Sedikit Berubah Berada di Level US$ 2.596,89 Per Ons Troi
Harga emas melanjutkan kenaikan pada hari Jumat, didukung oleh dolar yang lebih lemah dan imbal hasil Treasury setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) menunjukkan perlambatan inflasi.
Baca Juga : Harga Emas Spot Naik 1,1% Bertengger di Level US$ 3.373,89 Per Troi Ons
Tetapi prospek suku bunga hawkish Federal Reserve membuat emas tetap berada di jalur penurunan mingguan.
BACA: Harga Emas Merosot Mendekati Level Terendah ke Level US$ 2.588,8 Per Ons Troi
Harga emas berjangka AS ditutup naik 1,42% menjadi US$ 2.645,10 per ons troi. Harga emas kontrak Februari 2025 di Commodity Exchange ini juga melemah 1,15% dalam sepekan.
Baca Juga : Harga Emas Spot Naik Tipis 0,1% Bertengger di Level US$3.340,71 Per Troi Ons
Dolar AS melemah 0,6% dari level tertingginya dalam dua tahun. Pelemahan dolar AS membuat emas lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lain. Sementara imbal hasil Treasury turun tipis dari level tertinggi lebih dari enam bulan.
BACA: Daftar Harga Emas Antam, UBS dan GALERI 24 di Pegadaian Hari Ini Selasa, 10 Desember 2024
Laporan menunjukkan bahwa inflasi bulanan AS melambat pada bulan November setelah menunjukkan sedikit perbaikan dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga : Rupiah Melonjak 0,74% ke Rp16.850, Dolar AS Melemah di Tengah Sentimen Global
Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) naik 0,1% bulan lalu setelah kenaikan 0,2% yang tidak direvisi pada bulan Oktober.
"Tidak hanya data PCE, data pendapatan pribadi, dan data pengeluaran pribadi semuanya keluar lebih lemah dari yang diharapkan. Kami melihat orang-orang kembali ke pasar emas di sini dan membangun kembali posisi," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures seperti dikutip Reuters.
Baca Juga : Timur Tengah Memanas, Daya Tarik Dolar AS Sebagai Lindung Nilai Melemah
Dia menambahkan bahwa pergeseran prediksi The Fed untuk dua pemotongan suku bunga tahun depan sudah diperhitungkan pasar pada pekan ini. Hal ini membuat aksi jual emas yang dramatis setelah rapat The Fed di tengah pekan.
"Sekarang muncul kembali kemungkinan tiga pemotongan suku bunga dalam kebijakan yang lebih akomodatif, tetapi masih terlalu dini untuk mengatakannya," imbuh Streible.
Dot plot The Fed pada hari Rabu menunjukkan hanya dua pemotongan suku bunga sebesar 25 bps pada tahun 2025. Ini menandakan pelonggaran yang lebih sedikit dari yang diproyeksikan pada bulan September.
Baca Juga : Harga Emas Spot Naik 0,2% Dilevel US$ 2.636,31 Per Ons Dipicu Laporan Pertumbuhan Pekerjaan AS
Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas, yang tidak menghasilkan bunga apa pun.
"Dengan permintaan fisik yang bertahan pada level terendah saat ini, ini berarti kita sekarang menuju tahun 2025 dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed yang relatif rendah, sesuatu yang dapat memicu kenaikan emas jika ketakutan inflasi berakhir menjadi berlebihan, yang memungkinkan Fed lebih banyak manuver," kata JPMorgan dalam sebuah catatan.
