Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Harga Emas Stabil di Level US$ 2.795,52 Per Ons Troi Setelah Capai Rekor Tertinggi US$ 2.800,99

Editor :  Team
Reporter :  wiwin
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
harga emas spot stabil di level US$ 2.795,52 per ons troi pada pukul 11:18 GMT, setelah mencapai rekor tertinggi US$ 2.800,99 di awal sesi. Harga naik lebih dari 6% untuk bulan ini dan 1% untuk minggu ini.

Nusantaraterkini.co, Singapura - Harga emas mencapai rekor tertinggi pada Jumat (31/1), bahkan sempat menyentuh angka US$ 2.800 per ons troi, karena pelaku pasar memburu aset safe haven setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan kembali ancaman tarifnya.

Berdasarkan data dari Reuters, harga emas spot stabil di level US$ 2.795,52 per ons troi pada pukul 11:18 GMT, setelah mencapai rekor tertinggi US$ 2.800,99 di awal sesi. 

Harga naik lebih dari 6% untuk bulan ini dan 1% untuk minggu ini.

Baca Juga : Permintaan Emas Global Tembus 1.231 Ton pada Q1 2026, Investor Asia Mendominasi

Harga emas berjangka AS ada di level US$ 2.820,10 per ons troi.

"Reli ini bisa bertahan selama masih ada ketidakpastian di pasar. Banyak ketidakpastian hari ini berasal dari ketidaktahuan apakah dan bagaimana tarif akan diterapkan," kata ahli strategi komoditas WisdomTree, Nitesh Shah.

Pada Kamis (30/1), Trump menegaskan kembali bahwa Amerika Serikat akan mengenakan bea masuk sebesar 25% atas impor dari Meksiko dan Kanada dan mengatakan bahwa ia masih mempertimbangkan tarif baru atas barang-barang China.

Baca Juga : Harga Emas Antam Hari Ini 28 April 2026 Naik ke Rp2.814.000 per Gram

Emas batangan merupakan aset pilihan selama masa gejolak ekonomi dan geopolitik.

"Kami melihat pembelian oleh bank sentral sebagai kekuatan struktural terkuat di pasar emas, yang mendukung pandangan konstruktif jangka panjang kami," kata Carsten Menke, analis di Julius Baer.

Fokus pasar sekarang akan beralih ke laporan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi AS bulan Desember yang akan dirilis pada pukul 13.30 GMT, tolok ukur inflasi yang disukai Federal Reserve, yang akan dirilis hari ini. 

Awal minggu ini, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan data inflasi dan pekerjaan akan menentukan kapan pelonggaran akan tepat.

Data pada hari Kamis menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS melambat pada kuartal keempat tetapi belanja konsumen meningkat pada laju tercepatnya dalam hampir dua tahun.

Ricardo Evangelista, analis senior di ActivTrades mengatakan, jika kombinasi inflasi tinggi dan pertumbuhan yang lamban terjadi, maka level US$ 3.000 per ons troi akan tampak semakin masuk akal.

Di sisi fisik, harga tinggi membuat permintaan emas India tetap rendah dan pembeli potensial menunggu anggaran federal pada tanggal 1 Februari.