Nusantaraterkini.co, New York - Pada perdagangan Kamis (11/7/2025) harga minyak mentah melemah seiring meningkatnya kekhawatiran pasar atas dampak dari perluasan kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global dan permintaan energi.
Mengutip Reuters, harga minyak Brent turun 22 sen atau 0,31% ke US$ 69,97 per barel pada pukul 00.52 GMT.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 27 sen atau 0,39% ke US$ 68,11 per barel.
Baca Juga : Krisis Energi Global, DPR Soroti Keberhasilan Pemerintah Tahan Harga BBM
Sentimen Negatif dari Kebijakan Tarif
Sentimen pasar tertekan setelah Trump mengancam akan memberlakukan tarif 50% terhadap Brasil, ekonomi terbesar di Amerika Latin.
Ancaman tersebut muncul di tengah ketegangan politik antara Trump dan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva.
Baca Juga : Selat Hormuz Dibuka Kembali, Harga Minyak Mentah Dunia Langsung Anjlok 10 Persen
Sebelumnya, Trump juga mengumumkan rencana pengenaan tarif baru terhadap komoditas tembaga, semikonduktor, dan produk farmasi.
Pemerintah AS juga mengirimkan surat pemberitahuan tarif kepada sejumlah negara seperti Filipina, Irak, dan lebih dari selusin negara lainnya, termasuk mitra dagang utama seperti Korea Selatan dan Jepang.
Ketegangan dagang yang meluas ini dinilai dapat menahan laju ekonomi global dan menghambat pertumbuhan konsumsi energi, khususnya minyak.
Kaitan dengan Suku Bunga
Dalam risalah pertemuan The Fed pada 17–18 Juni lalu, hanya "beberapa" pejabat bank sentral AS yang menyatakan kemungkinan penurunan suku bunga dalam waktu dekat.
Mayoritas masih menilai pelonggaran kebijakan moneter baru akan tepat dilakukan pada akhir tahun, karena kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang dipicu kebijakan tarif Trump.
Tingginya suku bunga umumnya membuat biaya pinjaman meningkat, yang pada gilirannya berpotensi menurunkan aktivitas ekonomi dan permintaan minyak.
(wiwin/nusantaraterkini.co)
