Nusantaraterkini.co, New York - Pada awal perdagangan Senin (9/12/2024) pukul 7.26 WIB pekan ini harga minyak mentah naik tipis setelah turun dalam tiga hari perdagangan beruntun.
Diketahui, harga minyak mentah WTI berada di US$ 67,27 per barel. Harga minyak acuan Amerika Serikat (AS) ini naik 0,10% ketimbang posisi akhir pekan lalu di US$ 67,20 per barel.
Baca Juga : Harga Minyak Mentah Melanjutkan Penguatan di Hari Perdagangan Kelima Berturut-turut
BACA: Analis Pasar: Kurs Rupiah Diramalkan Akan Melemah di Kisaran Rp 15.800-Rp15.900 Per Dolar AS
Sedangkan harga minyak Brent kontrak Februari 2025 di ICE Futures naik tipis ke US$ 71,19 per barel dari akhir pekan lalu di US$ 71,12 per barel.
Harga minyak acuan internasional ini juga naik tipis setelah melemah tiga hari beruntun.
Baca Juga : Harga Minyak Turun Mentah Tipis Meski Masih Bertahan di Atas Level US$ 70 Per Barel Jelang Malam Tahun Baru
BACA: Analis Pasar: IHSG Diperkirakan Akan Melanjutkan Ppenguatan di Awal Pekan Senin (9/12/2024)
Pekan lalu, Saudi Aramco memangkas harga minyak setelah OPEC+ menunda lagi dimulainya kembali produksi yang terhenti.
Penurunan harga ini menggarisbawahi prospek pasar yang lemah.
Baca Juga : Krisis Energi Global, DPR Soroti Keberhasilan Pemerintah Tahan Harga BBM
BACA: Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol di Level Rp1.508.000 Per Gram di Perdagangan Minggu (8/12/2024)
Sementara jatuhnya pemerintah Suria mengirimkan gelombang kejut di Timur Tengah.
Meski ada penyokong harga dari konflik Timur Tengah dan Ukraina, kenaikan harga minyak dibatasi oleh potensi pelemahan permintaan di China.
Baca Juga : Selat Hormuz Dibuka Kembali, Harga Minyak Mentah Dunia Langsung Anjlok 10 Persen
Pasar minyak menghadapi kelebihan pasokan pada tahun depan.
Ini berarti hanya sedikit ruang untuk peningkatan produksi yang signifikan dari OPEC+
