Nusantaraterkini.co, New York - Pada perdagangan Kamis (5/12) pagi. Pukul 06.15 WIB harga minyak naik di pasar spot.
Harga minyak mentah west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2025 di New York Mercantile Exchange ada di level US$ 68,69 per barel, naik 0,22% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 68,54 per barel.
BACA: Analis Pasar: IHSG Bakal Naik ke Arah Technical Rebound Saja, Pergerakan di Sekitar 7.230-7.360
Baca Juga : Pasar Minyak dalam Gejolak: Premi Risiko Geopolitik Iran dan Rebut Pasokan Venezuela
Harga minyak mentah mengalami kenaikan, setelah terkoreksi kemarin karena data ekonomi AS yang lemah menghambat langkah OPEC+ untuk mencabut pembatasan produksi.
"Kegagalan WTI untuk bertahan di atas US$ 70 per barel dan rata-rata pergerakan 50 harinya memperkuat level ini sebagai resistansi," kata Rebecca Babin, pedagang energi senior di CIBC Private Wealth Group seperti dikutip Bloomberg.
Baca Juga : Harga Minyak Dunia Turun Tajam Hampir 2% Dipicu Tarif 50% Terhadap Produk Asal Uni Eropa
"Selain itu, voluma hari ini jauh lebih rendah daripada rata-rata 10 hari, yang menunjukkan pasar wait and see saat mendekati akhir tahun."
Harga minyak bergerak di kisaran US$ 68 per barel sejak pertegahan Oktober, diterpa oleh isu ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Ukraina.
Baca Juga : Harga Minyak Mentah Terkoreksi Dipicu Pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Volodymyr Zelenskiy
BACA: IHSG Bertengger di Zona Hijau Naik 8,77 Poin ke Level 7.204,79 di Perdagangan Rabu (4/12/2024)
Terpilihnya Trump sebagai presiden AS dalam pilpres 2024 dan lesunya prospek permintaan dari China.
Data energi yang beragam dari AS semakin memperkeruh situasi, dimana permintaan solar yang lemah dan produksi minyak mengimbangi penurunan persediaan minyak mentah.
Baca Juga : Harga Minyak Mentah Stabil Setelah Sebelumnya Mencapai Level Tertinggi Dalam Beberapa Bulan
(nusantaraterkini.co/win)
