Nusantaraterkini.co, New York - Pada perdagangan Senin (3/3/2025) harga minyak mentah WTI naik ke sekitar US$ 70,2 per barel didorong oleh data manufaktur.
Yang kuat dari Tiongkok sebagai importir minyak mentah terbesar di dunia, serta ketegangan AS-Ukraina yang masih ada yang dapat menyebabkan gangguan pasokan.
Seperti dikutip Tradingeconomics, data yang dirilis pada hari Sabtu (1/3) menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur Tiongkok naik ke level tertinggi tiga bulan pada bulan Februari, memicu optimisme tentang peningkatan permintaan bahan bakar.
Baca Juga : Krisis Energi Global, DPR Soroti Keberhasilan Pemerintah Tahan Harga BBM
Selain itu, bentrokan baru-baru ini antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menambah ketidakpastian tentang prospek kesepakatan damai Rusia-Ukraina.
Hal ini meningkatkan kemungkinan bahwa sanksi terhadap sektor minyak Rusia akan tetap berlaku, yang semakin membebani pasokan global.
Namun, kenaikan keseluruhan dibatasi oleh kekhawatiran atas potensi perang perdagangan global, yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan meredam permintaan energi.
Baca Juga : Selat Hormuz Dibuka Kembali, Harga Minyak Mentah Dunia Langsung Anjlok 10 Persen
Tarif AS atas impor dari Kanada dan Meksiko akan berlaku pada hari Selasa, bersama dengan bea tambahan 10% untuk barang-barang Tiongkok.
