Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Hilirisasi Sektor Pertanian Kurangi Ketergantungan Impor Pangan

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota Komisi IV DPR, Firman Soebagyo. (Foto: dok DPR)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo menegaskan, Indonesia perlu melakukan hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan untuk mendukung swasembada pangan nasional. 

Firman menuturkan, dengan melakukan hilirisasi, Indonesia dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan perkebunan sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani dan perekonomian negara.

"Hilirisasi dapat membantu Indonesia mengurangi ketergantungan impor produk pangan dan meningkatkan kemandirian pangan nasional," katanya, Kamis (7/8/2025).

Baca Juga : Danantara akan Danai Hilirisasi, Komisi XII: Pengawasan dan Tata Kelola Lingkungan Harus jadi Prioritas

Politikus senior Golkar ini melanjutkan, melakukan pengolahan produk pertanian dan perkebunan, Indonesia dapat meningkatkan kualitas produk dan membuatnya lebih kompetitif di pasar global.

Apalagi, hilirisasi dapat menciptakan lapangan kerja baru di sektor industri pengolahan, sehingga dapat membantu mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Firman mencontohkan, hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan di Indonesia adalah Indonesia dapat melakukan pengolahan beras menjadi produk yang lebih bernilai tambah, seperti beras organik, beras merah, atau produk olahan beras lainnya.

Baca Juga : Hilirisasi Tidak Boleh Ganggu Ekosistem, Komisi XII : Negara Harus Tegas Menjaga Lingkungan

Selain itu, Indonesia dapat melakukan pengolahan kelapa sawit menjadi produk yang lebih bernilai tambah, seperti minyak goreng, biodiesel, atau produk lainnya.

Indonesia pun sambung Firman dapat melakukan pengolahan buah dan sayuran menjadi produk yang lebih bernilai tambah, seperti jus, saus, atau produk lainnya.

"Dengan melakukan hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan, Indonesia dapat meningkatkan kemandirian pangan nasional, meningkatkan pendapatan petani, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tandasnya.

(cw1/Nusantaraterkini.co)