Nusantaraterkini.co, Denpasar – PT PLN (Persero) dengan cepat memulihkan seluruh sistem kelistrikan di Bali yang sebelumnya mengalami gangguan pada Jumat (2/5) sekitar pukul 16.00 WITA.
BACA: Hari Kartini, Srikandi PLN UP3 Madura dan Yayasan PLN UP3 Madura Bantu Biaya Pendidikan 11 Siswa
Kurang dari 12 jam atau pada Sabtu (3/5) pukul 03.30 WITA, seluruh pelanggan PLN di Bali telah menikmati listrik secara normal kembali.
Baca Juga : Gubernur Sumsel Belum Beri Izin Permohonan Diskresi Angkutan Batubara ke PLTU Bengkulu
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo ketika memimpin langsung pemulihan sistem di lokasi menjelaskan bahwa ratusan personel PLN langsung merespons dengan sigap seketika gangguan terjadi dan terus bersiaga pasca aliran listrik di Bali kembali pulih secara normal.
BACA: Adi Priyanto Pastikan Keamanan Pasokan Listrik Selama Hari Raya Idul Fitri 1446 H
"Hingga saat ini, personel kami di lapangan tetap bersiaga untuk terus menjaga dan memastikan pasokan listrik di Bali telah 100% pulih, termasuk pada tempat-tempat vital di sektor pelayanan umum seperti rumah sakit, bandara, pelabuhan, dan pusat-pusat keramaian. Kami terus berupaya secara maksimal sekaligus mengevaluasi dan melakukan penguatan sistem kelistrikan agar seluruh pelanggan dapat terus menikmati listrik andal seperti biasanya," jelas Darmawan.
Baca Juga : Light Up The Dream Cara PLN UP3 Madura Terangi Rumah di Bulan Ramadan
Darmawan juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengapresiasi pengertian dari pelanggan.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Dan kami juga mengapresiasi kesabaran dan pengertian seluruh pelanggan kami," kata Darmawan.
Dirinya juga menambahkan bahwa indikasi sementara gangguan pada sistem penyaluran listrik atau transmisi.
Baca Juga : Bali dan Banten Tetap Jadi Primadona, Pintu Masuk Udara Dominasi Kunjungan Wisman Februari 2026
"Secara teknis, indikasi gangguan terpantau terjadi pada sistem penyaluran kami, namun kepastian penyebabnya masih terus ditelusuri dan bukan akibat dari serangan siber atau yang lainnya," tutup Darmawan.
(wiwin/nusantaraterkini.co)
