Nusantaraterkini.co, MEDAN - Air bersih di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajem Paser Utara, Kalimantan Timur sudah tersedia.
Dikutip dari Instagram @kemenpupr, Kamis (25/7/2024), Menteri PUPR sekaligus Plt Kepala Badan Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan sudah tersedianya air bersih di IKN. Bahkan, Basuki mengungkap air bersih yang tersedia bisa langsung diminum.
"Ini air minum, bukan hanya air bersih. Air dari keran di apartemen dan rumah di IKN langsung dapat diminum. Kami terus mengecek kualitas airnya sebelum masuk ke reservoir. Kita berharap air minum ini sudah dapat dimanfaatkan beberapa hari ke depan," sebut Basuki.
Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat 0,54% ke Level Rp16.202 Per Dolar AS
Ia pun menyebut, akhir Juli 2024 mendatang, SPAM Sepaku bisa beroperasi penuh melayani persil dan gedung-gedung di IKN.
"SPAM Sepaku terdiri dari IPA berkapasitas 300 liter/ detik, pipa transimisi 16 km, reservoir dan pipa distribusi 22 km.
SPAM Sepaku tahap I ditargetkan akan melayani Kantor dan Istana Presiden, Kemensetneg, Paspampres, Kompleks Kemenko 1,2,3, dan 4, Amphitheater, Galeri, Service Area, Hunian ASN, Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM) dan fasilitas umum lainnya seperti hotel, sekolah, pertokoan dan rumah sakit," terangnya.
Baca Juga : Polisi Tangkap 2 Pria Penjual Kulit Harimau dan Sisik Trenggiling
Diketahui, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono selaku Plt Kepala OIKN didampingi Wamen ATR/BPN selaku Wakil Kepala OIKN Raja Juli Antoni mengikuti langsung test pengaliran air (running test ke-3) dari Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) Sepaku menuju reservoir induk IKN Nusantara yang berada di titik tertinggi.
Running test ke-3 berlangsung sejak Sabtu (20/7/2024) hingga Senin (22/7/2024) dini hari.
Test ini merupakan bagian penting dalam pengoperasian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sepaku untuk melayani kebutuhan air minum di IKN.
Baca Juga : Harga Emas Antam Naik Rp9.000 Dibanderol Rp1.513.000 Per Gram di Perdagangan Kamis (28/11/2024)
Setelah running test pengaliran berhasil, kemudian tengah dilakukan pengurasan sistem dan jaringan, sekaligus memonitor dengan ketat kualitas air dalam jaringan perpipaan untuk menjamin kualitas air minum yang baik, sesuai standar kesehatan yang berlaku.
(fer/nusantaraterkini.co)
