Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IARMI Desak Sinergi Pertahanan Kawasan dan Diplomasi Aktif untuk Stabilitas Indo-Pasifik

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Rasminto. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co,JAKARTA-Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) menyoroti dinamika geopolitik yang semakin intensif, terutama terkait ketegangan di Laut Natuna Utara dan persaingan antara kekuatan-kekuatan global. IARMI menilai bahwa situasi ini mendesak Indonesia untuk memperkuat kesiapsiagaan di segala lini.

Sekretaris Presidium Sidang Musyawarah Nasional (Munas) IX IARMI, Rasminto, menekankan pentingnya pendekatan ganda yang terintegrasi. “Pertahanan kawasan dan diplomasi harus berjalan bersamaan. Posisi Indonesia sebagai negara pivotal di ASEAN harus terus ditopang dengan kapasitas nyata,” ujar Rasminto, di Jakarta, seperto dilansir RMOL, Selasa (25/11/2025).

Baca Juga : Bahrullah Akbar Nakhoda Baru IARMI, Terpilih Aklamasi di Munas IX 

​Piagam Munas IX IARMI menilai bahwa arah kebijakan pertahanan dan diplomasi yang dijalankan oleh pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo saat ini sudah berada pada jalur yang tepat untuk menghadapi tantangan di konteks geopolitik Indo-Pasifik.

Untuk mendukung pengambilan keputusan strategis yang adaptif, IARMI mengusulkan pembentukan "situational room" nasional yang bekerja berdasarkan data dan analisis waktu nyata.

“Dunia bergerak cepat, ancaman juga berubah cepat. Pemerintah membutuhkan pusat analisis bersama yang bekerja setiap saat,” ucap Rasminto.

Selain isu pertahanan fisik, IARMI juga menyatakan dukungan penuh terhadap agenda reformasi hukum yang menjadi fokus pemerintah saat ini. Menurut organisasi tersebut, stabilitas keamanan nasional tidak akan mungkin terjaga tanpa adanya kepercayaan publik yang kuat terhadap institusi penegakan hukum.

Baca Juga : Pertahanan Kuat sebagai Pilar Utama Stabilitas dan Pembangunan Ekonomi Nasional 

Rasminto menegaskan, “dupremasi hukum adalah fondasi pertahanan. Tanpa itu, stabilitas nasional tidak akan kokoh.

IARMI juga mendorong modernisasi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) dan penguatan industri pertahanan dalam negeri. Organisasi ini melihat pentingnya kolaborasi antara kampus, alumni, dan industri strategis sebagai kunci.

“Tantangan baru harus dijawab dengan kapasitas baru. Kemitraan triple helix antara pemerintah, akademisi, dan industri adalah kunci. IARMI siap berperan strategis,” tutur Direktur Human Studies Institute tersebut.

Rasminto menggarisbawahi bahwa Piagam Munas IX merupakan sikap resmi IARMI, menegaskan kesiapan mereka untuk mendukung penuh pelaksanaan agenda pembangunan pertahanan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

(*/Nusantaraterkini.co)