Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Identitas 2 Korban Meninggal Longsor Humbahas Teridentifikasi Lewat Metode Primer Sidik Jari

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tim DVI Polda Sumut melakukan identifikasi terhadap korban longsor Humbahas. (Foto: istimewa)

Identitas 2 Korban Meninggal Longsor Humbahas Teridentifikasi Lewat Metode Primer Sidik Jari

Nusantaratetkini.co, MEDAN - Pencarian korban longsor dan banjir bandang di Desa Simangulampe, Kecamatan Bakti Raja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) hingga hari ke-7 masih terus dilakukan.

Baca Juga : Polda Sumut Ungkap Mafia Solar di Tebingtinggi, Modus Gunakan 29 Barcode dan Truk Modifikasi

Sejauh ini, tim gabungan yang melakukan pencarian masih mendapati 2 jenazah korban tewas dari bencana tersebut.

Baca Juga : Penempatan tak Sesuai, Agen Penyalur TKI Ilegal Dilaporkan ke Polda Sumut

Kedua korban meninggal dunia yang ditemukan oleh Tim SAR itu bernama Tiamin Boru Sinambela (78) warga Desa Simangulampe, Baktiraja, Humbahas dan Dian Lubis (19) warga Desa Simangulampe, Baktiraja, Humbahas.

Kabid Dokes Polda Sumut, Kombes Pol Dr dr Harry Kamijantono, SpOT mengatakan, kedua korban yang ditemukan meninggal dunia itu teridentifikasi melalui metode primer sidik jari oleh Tim DVI Polda Sumut Iptu dr Edgar SpF dan petugas medis lainnya.

Baca Juga : PLTA di Pakkat Longsor, Sungai Tertutup dan Warga Cemas Debit Air Terus Naik

"Dua korban longsor yang ditemukan dan dapat diidentifikasi setelah dilakukan pemeriksaan oleh DVI dengan metode primer sidik jari," katanya, kamis (7/12).

Baca Juga : Polisi Bantu Warga Bersihkan Rumah Terdampak Longsor di Humbahas

Lebih lanjut Harry menerangkan, hingga saat ini Tim DVI Polda Sumut telah mendapatkan data lengkap Antemortem dari 10 keluarga korban yang diduga hilang dan belum ditemukan sebagai bahan dalam rekonsiliasi dan sebelumnya telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.

"Puskesmas Bakara dijadikan sebagai tempat penyimpanan sementara jenazah dan tempat pencocokan data antemortem, postmortem. Setelah teridentifikasi di buatkan administrasi untuk di serahkan kepada keluarga," terangnya.

(zie/nusantaraterkini.co)