Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IHSG Berpotensi Menguat, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Jumat 24 Oktober 2025

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sejumlah pengunjung di dalam ruangan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

nusantaraterkini.co, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini, Jumat (24/10/2025). Sejumlah analis menilai momentum positif pasar masih berlanjut di tengah optimisme investor terhadap laporan keuangan kuartal III/2025 dan rilis data inflasi Amerika Serikat.

Pada perdagangan Kamis (23/10/2025), IHSG ditutup menguat 1,49% ke level 8.274,35, setelah dibuka di posisi 8.179,88. Sepanjang sesi, indeks bergerak di rentang 8.179,61–8.292,89. Nilai transaksi harian mencapai Rp21,04 triliun dengan volume 30,78 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi 2,39 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp15.219 triliun.

Dari total perdagangan, 424 saham menguat, 270 saham melemah, dan 262 saham stagnan.

Baca Juga : IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Tertekan, Simak Rekomendasi Saham BBRI hingga INCO

Proyeksi IHSG Hari Ini

Tim Analis MNC Sekuritas memperkirakan IHSG tengah berada di akhir wave (i) dari wave [iii], dengan potensi menguji area 8.297–8.314. Namun, mereka juga mengingatkan peluang koreksi jangka pendek menuju 8.236–8.259 masih terbuka.

“IHSG berpeluang menguat terbatas, namun koreksi sehat bisa terjadi dalam jangka pendek,” tulis tim riset dalam laporannya, Jumat (24/10/2025).

Baca Juga : IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 7.146 pada Perdagangan 8 Mei 2026, Investor Pantau Sentimen Global

Adapun level support IHSG berada di 8.236 dan 8.141, sedangkan resistance di 8.288 dan 8.314.

MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness untuk saham:

PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI)

Baca Juga : IHSG Rawan Koreksi, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis Hari Ini, IHSG, Bisnis, ekonomi

PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA)

Serta opsi speculative buy untuk:

PT Barito Pacific Tbk. (BRPT)

Baca Juga : Rekomendasi Saham dan Arah Pergerakan IHSG Hari Ini, Kamis 23 Oktober 2025

PT Elnusa Tbk. (ELSA)

Pandangan Analis BRI Danareksa Sekuritas

Sementara itu, Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan hari ini. Menurutnya, indeks berpeluang menguji resistance di 8.292 dengan support di 8.238.

“Dari sisi sentimen, pelaku pasar akan fokus pada musim laporan keuangan kuartal III serta data inflasi AS yang dirilis hari ini, yang berpotensi menentukan arah pergerakan pasar berikutnya,” ujar Reza.

Rekomendasi Saham Hari Ini

1. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI)

Area beli: Rp4.110–Rp4.200

Pola teknikal: Inverted Head and Shoulders (bullish reversal)

2. PT United Tractors Tbk. (UNTR)

Area beli: Rp27.000–Rp27.300

Target harga: Rp27.700–Rp28.075

Stop loss: < Rp26.500

Pola teknikal: Cup and Handle

3. PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS)

Area beli: Rp1.725–Rp1.750

Target harga: Rp1.795–Rp1.845

Stop loss: < Rp1.700

Tren: Bullish

Update Pagi: IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru

Hingga pukul 09.02 WIB, IHSG naik 0,26% atau 21,25 poin ke posisi 8.295,61, menembus rekor tertinggi baru (all time high/ATH). Indeks bergerak di kisaran 8.291,19–8.311,86.

Sebanyak 272 saham menguat, 160 saham melemah, dan 193 saham stagnan, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp15.303,63 triliun.

Saham berkapitalisasi besar yang menopang penguatan IHSG antara lain:

PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) naik 3,54% ke Rp2.340

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menguat 1,19% ke Rp3.400

PT Astra International Tbk. (ASII) meningkat 0,79% ke Rp6.375

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) naik 0,57% ke Rp101.525

Dengan dukungan teknikal positif dan sentimen makro yang relatif kondusif, IHSG berpeluang memperpanjang tren penguatan menuju area resistance baru. Investor disarankan tetap mencermati potensi koreksi sehat sambil memanfaatkan momentum buy on weakness di saham-saham unggulan.

(Dra/nusantaraterkini.co)