Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IHSG Hari Ini Melonjak 2,05% ke 7.458, Saham Big Caps Jadi Penggerak Utama, Bursa Asia Ikut Menguat

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ilustrasi (Foto: Freepik)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Performa pasar saham Indonesia menunjukkan penguatan solid pada penutupan perdagangan Jumat (10/4), seiring sentimen positif yang juga melanda bursa regional Asia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup hari di zona hijau dengan lonjakan 150,91 poin atau 2,05% ke level 7.458,50. Kenaikan ini mencerminkan optimisme investor yang sudah terlihat sejak sesi pembukaan.

Tak hanya IHSG, indeks saham unggulan LQ45 turut mencatatkan kinerja impresif dengan kenaikan 1,70% ke posisi 746,47.

Baca Juga : IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Tertekan, Simak Rekomendasi Saham BBRI hingga INCO

Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai. Nilai transaksi mencapai Rp17,79 triliun dengan volume perdagangan sebesar 42,32 miliar saham. Sementara frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2,27 juta kali.

Saham Paling Moncer

Sejumlah saham mencatatkan lonjakan signifikan dan masuk jajaran top gainers, di antaranya:

Baca Juga : IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 7.146 pada Perdagangan 8 Mei 2026, Investor Pantau Sentimen Global

CITY (Natura City Developments) melesat 34,72% ke 194

WBSA (BSA Logistics Indonesia) naik 34,52% ke 226

DIVA (Distribusi Voucher Nusantara) menguat 34,51% ke 191

Baca Juga : IHSG Terbang 3 Hari Beruntun, Ini Saham Konglomerat yang Jadi Buruan Investor Asing

OPMS (Optima Prima Metal Sinergi) naik 34,43% ke 164

PADI (Minna Padi Investama Sekuritas) melonjak 29,00% ke 129

Saham Tertekan

Baca Juga : Optimisme Pasar: IHSG dan Rupiah Sama-Sama Melonjak Membuka Bulan Desember

Di sisi lain, beberapa saham harus terkoreksi dan masuk daftar top losers:

KUAS (Ace Oldfields) turun 14,02% ke 141

HDFA (Radana Bhaskara Finance) melemah 9,84% ke 110

Baca Juga : IHSG Hari Ini Berpotensi Tembus 7.500, Sinyal Penguatan Muncul di Awal Pekan

MSKY (MNC Sky Vision) turun 6,19% ke 91

IPAC (Era Graharealty) terkoreksi 6,02% ke 156

CTTH (Citatah) melemah 5,68% ke 83

Saham Teraktif

Dari sisi nilai transaksi, saham perbankan masih mendominasi:

BBRI (Bank Rakyat Indonesia) Rp1,17 triliun

BBCA (Bank Central Asia) Rp1,10 triliun

BUMI (Bumi Resources) Rp911,37 miliar

CUAN (Petrindo Jaya Kreasi) Rp758,91 miliar

BNBR (Bakrie & Brothers) Rp734,56 miliar

Sementara itu, dari sisi volume perdagangan, saham BNBR menjadi yang paling aktif dengan 50,28 juta lembar, diikuti BUMI dan GOTO.

Rupiah Melemah Tipis

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah ditutup sedikit melemah. Rupiah berada di level Rp17.090 per dolar AS, turun 13 poin atau 0,08% dibandingkan pembukaan di Rp17.077.

Bursa Asia Kompak Menguat

Sentimen positif juga terlihat di pasar saham Asia. Mayoritas indeks regional ditutup di zona hijau:

Nikkei 225 Jepang naik 1,83% ke 56.924,11

Hang Seng Hong Kong menguat 0,55% ke 25.893,54

SSE Composite China naik 0,50% ke 3.986,22

Straits Times Singapura menguat 0,15% ke 4.984,63

Kondisi ini memperkuat sentimen global yang turut mendorong penguatan IHSG hingga akhir perdagangan.

(Dra/nusantaraterkini.co).