Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IHSG Mulai Rebound ke 7.440, Analis Rekomendasikan Saham Murah LSIP, BBCA hingga ASII

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah mengalami tekanan cukup dalam pada pekan sebelumnya. Penguatan indeks tersebut membuka peluang bagi investor untuk kembali mencermati sejumlah saham yang dinilai masih berada pada level valuasi menarik.

Pada perdagangan Selasa (10/3/2026), IHSG ditutup menguat 1,41 persen ke posisi 7.440. Kenaikan ini memberikan optimisme bagi pelaku pasar setelah beberapa hari terakhir indeks sempat bergerak melemah.

Berdasarkan data perdagangan hingga Senin (9/3/2026), terdapat sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia yang memiliki valuasi relatif rendah dibandingkan rata-rata rasio price to earnings (PE) dalam lima tahun terakhir.

Baca Juga : IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Tertekan, Simak Rekomendasi Saham BBRI hingga INCO

Beberapa emiten yang masuk kategori tersebut antara lain PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dengan rasio PE sekitar 4,77 kali, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dengan PE 5,10 kali, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang berada di kisaran 14,74 kali.

Selain itu, jika disaring berdasarkan kapitalisasi pasar besar (big caps), rasio PE di bawah 10 kali, serta return on equity (ROE) di atas 7 persen, terdapat beberapa saham lain yang dinilai menarik untuk diperhatikan investor. Di antaranya PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Astra International Tbk (ASII), hingga PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan bahwa pergerakan pasar saat ini masih dipengaruhi oleh ketidakpastian global, terutama terkait konflik geopolitik yang berdampak pada volatilitas harga komoditas.

Baca Juga : IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 7.146 pada Perdagangan 8 Mei 2026, Investor Pantau Sentimen Global

Menurutnya, saham-saham berbasis komoditas berpotensi mendapatkan sentimen positif karena memiliki keterkaitan erat dengan pergerakan harga energi maupun logam mulia di pasar global.

“Meski kondisi global belum sepenuhnya stabil, perusahaan dengan fundamental kuat, arus kas sehat, serta prospek pertumbuhan yang baik tetap menjadi incaran investor,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (11/3/2026).

Berdasarkan analisis tersebut, Pilarmas memberikan sejumlah rekomendasi saham dengan target harga masing-masing, antara lain:

Baca Juga : IHSG Hari Ini Diproyeksi Melemah, Analis Ungkap Level Kritis dan Rekomendasi Saham Pilihan

LSIP: Rp1.670

CTRA: Rp1.125

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp5.860

Baca Juga : IHSG Hari Ini Berpotensi Menguat Terbatas, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis 9 April 2026

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): Rp5.035

UNVR: Rp2.430

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Rp4.450

BBCA: Rp9.950

Selain itu, analis juga merekomendasikan saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dengan target Rp5.710, AADI Rp13.100, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp9.300, serta ASII dengan target Rp7.120.

Nico menjelaskan, rekomendasi tersebut didasarkan pada kondisi harga saham yang telah mengalami koreksi cukup dalam, sementara kinerja fundamental perusahaan dinilai tetap solid.

Menurutnya, kondisi tersebut membuka peluang kenaikan valuasi saham di masa depan sehingga masih menarik untuk strategi akumulasi beli, terutama bagi investor jangka menengah hingga panjang.

Ia menambahkan, dalam situasi pasar yang masih diliputi volatilitas, pendekatan analisis berbasis rasio PE dapat menjadi salah satu strategi bagi investor untuk mengidentifikasi saham dengan valuasi menarik.

Meski demikian, sebagian pelaku pasar masih memilih bersikap wait and see hingga kondisi global dan domestik menunjukkan stabilitas yang lebih kuat.

(Dra/nusantaraterkini.co).