Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan Jumat (27/2/2026), setelah sehari sebelumnya ditutup turun 1,04% ke level 8.235,26.
Sepanjang sesi Kamis (26/2/2026), IHSG bergerak fluktuatif di rentang 8.139 hingga 8.358. Tekanan jual yang meningkat membuat indeks belum mampu keluar dari fase konsolidasi.
IHSG Dibuka Melemah
Baca Juga : IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Tertekan, Simak Rekomendasi Saham BBRI hingga INCO
Pada awal perdagangan pagi ini, IHSG kembali berada di zona merah. Hingga pukul 09.02 WIB, indeks tercatat turun 0,77% atau 63,70 poin ke level 8.171,56. Level terendah sempat menyentuh 8.168,63 dan tertinggi di 8.214,45.
Sebanyak 138 saham menguat, 339 terkoreksi, dan 196 stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp14.943,85 triliun.
Dari jajaran saham berkapitalisasi besar, beberapa emiten yang mengalami pelemahan di antaranya:
Baca Juga : IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 7.146 pada Perdagangan 8 Mei 2026, Investor Pantau Sentimen Global
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 3,01% ke Rp80.500
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 2,87% ke Rp7.625
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 2,16% ke Rp6.800
Baca Juga : IHSG Berpeluang Uji 7.800 Hari Ini (13 April 2026), Ini Strategi dan Rekomendasi Saham Pilihan Analis
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) terkoreksi 1,10%
Sementara itu, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) masih mencatat kenaikan tipis 0,87% ke level Rp2.330.
Proyeksi dan Level Krusial IHSG
Analis memperkirakan IHSG masih rawan koreksi lanjutan dengan area support di 8.081–8.149. Namun dalam skenario optimistis, indeks berpeluang menguat menuju 8.440–8.650.
Sementara itu, estimasi pergerakan harian berada pada rentang support 8.150 dan resistance 8.350. Pelaku pasar masih mencermati sentimen global, termasuk isu tarif perdagangan serta dinamika geopolitik yang mendorong sikap risk-off di emerging markets.
Rekomendasi Saham MNC Sekuritas
Berikut saham pilihan yang dinilai menarik dicermati:
1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Buy on Weakness
Area beli: 3.870–3.930
Target: 4.000 dan 4.080
Stoploss: < 3.800
2. PT Sentul City Tbk (BKSL) – Buy on Weakness
Area beli: 121–133
Target: 148 dan 162
Stoploss: < 117
3. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) – Buy on Weakness
Area beli: 1.385–1.475
Target: 1.745 dan 1.960
Stoploss: < 1.205
4. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) – Buy on Weakness
Area beli: 3.390–3.520
Target: 4.060 dan 4.200
Stoploss: < 3.130
Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas
1. PT Timah (Persero) Tbk (TINS) – Swing Trade
Buy: 4.350–4.450
Target: 4.580–4.690
Stoploss: < 4.100
2. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) – Day Trade
Buy: 3.000–3.200
Target: 3.320–3.650
Stoploss: < 2.750
3. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) – Day Trade
Buy: 6.600–6.700
Target: 6.800–6.975
Stoploss: < 6.500
4. PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) – Sell
Last price: 1.545
Support berikutnya: 1.180
Sentimen Penggerak Pasar
Tekanan pasar dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik. Dari eksternal, kebijakan tarif perdagangan dan meningkatnya tensi geopolitik memicu arus keluar dana asing. Dari dalam negeri, implementasi aturan minimum free float 15% memunculkan kekhawatiran potensi notasi khusus dan delisting pada sejumlah emiten.
Investor disarankan tetap disiplin menerapkan manajemen risiko di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.
(Dra/nusantaraterkini.co).
