Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IHSG Terus Mendekati 9.000, Investor Tetap Waspada di Tengah Gejolak Global

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali membuka perdagangan dengan penguatan pada Jumat (9/1/2026). Hingga pukul 09.15 WIB, IHSG naik 43,68 poin atau 0,49 persen ke level 8.969, semakin mendekati level psikologis 9.000.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat volume transaksi mencapai 6,74 miliar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp3,49 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 483.975 kali. Sebanyak 317 saham bergerak menguat, 223 saham melemah, dan 172 saham stagnan.

BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan, pada perdagangan sebelumnya IHSG sempat mencetak rekor tertinggi intraday (all time high) di level 9.002 sebelum akhirnya berbalik melemah dan ditutup turun 0,22 persen ke posisi 8.925. Meski demikian, aliran dana asing masih mencatatkan net foreign buy sebesar Rp543 miliar.

Baca Juga : IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Tertekan, Simak Rekomendasi Saham BBRI hingga INCO

“Tekanan pasar dipicu oleh aksi ambil untung, meningkatnya ketidakpastian global, serta defisit APBN 2025 yang melampaui target,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan berpotensi mengalami koreksi terbatas dengan area support di kisaran 8.895–8.910 dan resistance di 8.985–8.995. Pelaku pasar juga menanti rilis data kepercayaan konsumen domestik serta data ekonomi Amerika Serikat seperti Non-Farm Payrolls dan unemployment rate.

Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa merekomendasikan saham ENRG, MINA, dan LEAD.

Baca Juga : IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 7.146 pada Perdagangan 8 Mei 2026, Investor Pantau Sentimen Global

Di sisi global, perhatian investor turut tertuju pada dinamika politik Amerika Serikat. Sejumlah pejabat AS dikabarkan tengah menyusun berbagai opsi strategis, mulai dari kerja sama bisnis hingga pendekatan diplomatik, guna mempererat hubungan dengan Greenland. Langkah ini mencuat setelah Presiden Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait rencana pengambilalihan wilayah tersebut, sebagaimana dilaporkan Bloomberg.

Phintraco Sekuritas menilai, indikator Stochastic RSI IHSG telah berada di area overbought dan berpotensi membentuk death cross. Selain itu, pola shooting star yang terbentuk mengindikasikan peluang pembalikan arah setelah reli beberapa hari terakhir.

“Secara teknikal, IHSG berpeluang melanjutkan koreksi menguji area 8.850–8.900,” tulis Phintraco. Adapun saham unggulan versi Phintraco meliputi UNVR, ACES, SMDR, BKSL, dan SIDO.

Baca Juga : IHSG Hari Ini Dibuka Melemah ke 6.951, Bursa Asia Bergerak Variatif di Awal Perdagangan

Sementara itu, CGS International Sekuritas Indonesia menilai penguatan bursa Wall Street, kenaikan harga minyak mentah, CPO, emas, serta batu bara, ditambah aksi beli investor asing, berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar.

Namun, koreksi harga nikel, timah, dan tembaga, serta defisit APBN 2025 yang masih tinggi, dinilai menjadi faktor penekan. CGS memproyeksikan IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada rentang support 8.860–8.795 dan resistance 8.990–9.055. Saham pilihan CGS antara lain INTP, BUMI, ENRG, HRTA, RATU, dan BKSL.

Panin Sekuritas menambahkan, investor juga mencermati meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela. Kebijakan AS dinilai sebagai upaya membendung pengaruh China dan Rusia yang agresif berinvestasi di sektor tambang dan energi Amerika Latin, khususnya Venezuela.

Baca Juga : IHSG Tertekan Sepekan, Turun 2,42% di Tengah Lesunya Aktivitas Transaksi

Selain itu, pasar menunggu putusan Mahkamah Agung AS terkait legalitas kebijakan tarif Presiden Trump yang berpotensi memengaruhi arah perdagangan global dan kondisi fiskal AS.

“Sentimen geopolitik, pelemahan komoditas utama, serta tekanan nilai tukar masih menjadi pemberat IHSG. Untuk hari ini, kami memperkirakan IHSG cenderung melemah meski tetap berada di dekat level psikologis 9.000,” tulis Panin Sekuritas.

Saham pilihan Panin untuk perdagangan hari ini yakni BBNI, MIDI, dan CDIA.

(Dra/nusantaraterkini.co).