Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Infrastruktur Listrik Sumatera Barat Pulih 100 Persen, Perbaikan Jalan Terdampak Masih Dikebut

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tim PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Barat melaksanakan pemasangan tiang listrik di wilayah terdampak bencana sejak 3 Desember 2025 di Kabupaten Agam, Kamis (4/12/2025) lalu. (Foto: BNPB)

Nusantaraterkini.co, PADANG - Infrastruktur listrik wilayah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) telah berfungsi seratus persen sejak, Jumat (5/12/2025).

Secara bertahap kerusakan infrastruktur di wilayah terdampak bencana sudah kembali pulih. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyampaikan, pemulihan jaringan listrik tersebut berada di 19 kabupaten dan kota di wilayah Sumbar.

Satu wilayah terakhir yang menyala di wilayah Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Perbaikan yang dihadapi karena kondisi jalur berlumpur di daerah itu.

Baca Juga : Pemulihan Listrik di Aceh Capai 80% Pascabencana, Satu Kabupaten Masih Padam

"Petugas bekerja keras untuk mengoptimalkan pemulihan jaringan listrik. Pasokan PLN berhasil memulihkan 99,8% kelistrikan sejak Senin kemarin," ungkapnya dalam keterangan, Sabtu (6/12/2025).

 

Muhari menjelaskan, sebanyak 19 kabupaten dan kota yang sudah dipulihkan jaringan listriknya, yaitu Kota Padang, Bukit Tinggi, Padang Panjang, Pariaman, Payakumbuh, Sawahlunto, Solok, Kabupaten Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Pasaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok, Solok Selatan, Tanah Datar dan Agam.

 

Sementara itu, penanganan darurat untuk jalan dan jembatan terus dikebut oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan dinas terkait di daerah. Data hingga hari ini, terdapat sejumlah titik di Sumbar yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Baca Juga : PLTA di Pakkat Longsor, Sungai Tertutup dan Warga Cemas Debit Air Terus Naik

"Dampak terhadap infrastruktur jalan dan jembatan mencakup 30 ruas jalan nasional dan 12 jembatan nasional. Jalan terdampak longsor di 63 titik, sedangkan terdampak banjir di 32 titik," terangnya.

 

Di luar itu, penanganan darurat juga menyasar 80 ruas jalan non-nasional dan 32 jembatan non-nasional. 

 

Ruas jalan yang masih terputus atau belum dapat dilalui di antaranya Sicincin dan batas Kota Padang Panjang KM 63+500, yang putus total. Terdapat 12 titik longsor tambahan yang menggerus bahu jalan dan satu jalur.

"Parahnya kondisi kerusakan, perbaikan ditargetkan berlangsung selama 14 hari dengan membuka satu lajur untuk kendaraan ringan," sebutnya.

Baca Juga : Panggil Bahlil, Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan Pemulihan Energi di Aceh, Sumut dan Sumbar

 

Sedangkan akses utama yang sudah dapat diakses, di antaranya Padang-Pariaman-Pasbar-Batas Sumatera Utara, Padang Panjang-Bukittinggi-Batas Riau, Padang-Painan-Batas Bengkulu, serta Padang-Solok-Dharmasraya-Batas Jambi.

 

Saat ini terdapat 23 ekskavator, 11 dump truck dan 6 wheel loader yang dikerahkan untuk perbaikan darurat di semua titik. Sejumlah kendaraan pendukung dimobilisasi untuk percepatan penanganan di lapangan.

(zie/Nusantaraterkini.co)