Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ini Kata Kapolrestabes saat Kunjungi Korban Penganiayaan Dokter Koas RSU dr Pirngadi Medan Inisial F

Reporter :  Aldi Nasution
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan saat mengunjungi korban penganiayaan. Kamis (26/12/2024). (Foto: Aldi Nasution/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengunjungi korban kasus penganiayaan karyawan roti bakar oleh oknum dokter koas RSU Pirngadi Medan yang viral di medsos beberapa waktu lalu.

Gidion menyampaikan, kedatangannya untuk melihat kondisi, dan menyakinkan kepada korban agar tidak takut.

"Kedatangan saya kesini, saya berempati, lalu kita meyakinkan bahwa kondisi korban dalam kondisi fisik dan psikologis yang baik, kemudian melaksanakan kegiatan sehari hari, dan kemudian tidak boleh ada rasa takut," ucap Kombes Gidion Arif Setyawan, kepada wartawan dilokasi kejadian, Kamis (26/12/2024).

Baca Juga : Cegah Kepadatan Arus Mudik 2026, Kapolrestabes Medan Cek Kesiapan Pospam Titi Kuning

Gidion meyakinkan kepada korban, bahwa pihaknya akan menyelesaikan kasus tersebut.

"Untuk kasus ini dapat kami pastikan akan kami selesaikan secara baik, dan kami akan tuntaskan, kepada yang bersangkutan (terlapor)," katanya.

Gidion juga mengatakan, akan memanggil yang bersangkutan pada hari Senin mendatang.

Baca Juga : Kunker ke Polsek Kutalimbaru, Jean Calvijn Tekankan Pentingnya Sinergitas dengan Forkopimcam

"Belum kita panggil, terlapor akan kita panggil hari Senin depan, dan kita juga akan melakukan pendampingan hukum kepada yang bersangkutan," pungkasnya.

Sebelumnya, viral di medsos oknum dokter koas di RSU Dr Pirngadi Medan berinisial F diduga melakukan penganiayaan terhadap salah seorang karyawan gerai makanan. Korban yang tidak terima pun telah melaporkannya ke Polrestabes Medan.

Peristiwa penganiayaan itu diduga dilakukan F kepada Fitra Samosir (26) karyawan Burger dan Pizza MC Harry yang terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan.

Fitra mengatakan saat itu, Kamis (19/12/2024) dirinya tidak mengetahui asal muasal kemarahan FP Secara tiba-tiba, F datang dan langsung melemparkan roti bakar ke arah wajahnya sembari melontarkan kata-kata amarah.

"Awalnya sore dia datang beli Roti Bakar Bandung dengan toping cokelat dan keju. Saat itu dia beli dengan karyawan lain," ungkapnya.

Merasa tidak puas dengan toping roti bakar yang dibelinya. Disaat itu juga, F langsung menarik rambut Fitra dan mencakar wajah serta tangannya. Tidak sampai disitu, F Juga menendang Fitra.

"Setelah maghrib, dia datang lagi. Kurasa cokelat kejunya kurang banyak. Dia datang tanpa bilang permasalahannya apa, langsung melempar roti ke wajah saya, menjambak, mencakar, menendang, habis itu marah-marah," sambungnya.

Setelahnya, salah seorang karyawan lain menghalau serangan yang hendak dilancarkan kembali kepada Fitra. Dikatakannya, karyawan tersebut pun nyaris menjadi sasaran amukan FP.

"Dia mau nyerang karyawan satu lagi, saya lerai. Habis itu dia langsung pergi," jelasnya. 

Keesokanharinya Fitra pun membuat laporan ke Polrestabes Medan. Laporan itu pun teregister dengan nomor LP/B/3609/XII/2024/SPKT/POLRESTABES MEDAN.

"Saya kena luka cakar di kening dan tangan. Saya berharap pelakunya segera ditangkap," pungkas Fitra.

(cw4/nusantaraterkini.co)