Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Inisiatif Ma’ruf Amin Mundur dari MUI Disebut Sebagai Standar Baru Etika Kepemimpinan

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ma'ruf Amin bersama Muhaimin Iskandar.(foto:RMOL)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA-Keputusan mengejutkan datang dari sosok ulama senior, Ma’ruf Amin, yang secara sukarela menanggalkan posisinya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Langkah ini dipandang bukan sekadar pergantian jabatan biasa, melainkan sebuah pesan moral yang kuat bagi jagat politik dan birokrasi di Indonesia mengenai pentingnya regenerasi dan kesadaran diri.

​Pengamat komunikasi dari Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga, melihat tindakan ini sebagai sebuah anomali positif di tengah kultur pejabat yang cenderung mempertahankan kursi kekuasaan. Menurutnya, kesediaan untuk melepas amanah tanpa adanya tekanan dari luar mencerminkan kualitas integritas yang tinggi. Ma'ruf dianggap memahami betul bahwa efektivitas sebuah organisasi sangat bergantung pada energi baru yang lebih dinamis.

Baca Juga : Ma'ruf Amin Ground Breaking Istana Wapres di IKN 

​"Ma'ruf Amin tanpa didesak mundur, sudah mengundurkan diri karena menyadari usia yang sudah lanjut dan sudah terlalu lama mengabdikan diri di MUI," ujar Jamiluddin saat memberikan pandangannya, Rabu (24/12/2025).

​Lebih lanjut, Jamiluddin menekankan bahwa masa jabatan yang terlampau panjang sering kali menjadi jebakan bagi seorang pemimpin. Tanpa adanya sirkulasi kepemimpinan, sebuah lembaga berisiko terjebak dalam pola kerja yang monoton dan kehilangan daya inovasi. Dengan memberikan ruang bagi tokoh-tokoh muda yang kompeten, Ma'ruf Amin dinilai telah menyelamatkan organisasi dari stagnasi.

​Dalam perspektif yang lebih luas, fenomena ini diharapkan bisa menular ke berbagai lini kepemimpinan publik lainnya. Jamiluddin berharap agar para pemangku kebijakan, terutama yang secara fisik atau kapasitas sudah mulai terbatas karena faktor usia, memiliki keberanian moral yang sama untuk melakukan estafet kepemimpinan demi kemajuan publik.

Baca Juga : MPR Apresiasi Capaian Kinerja Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Menuju Indonesia Emas 2045 

​“Jadi, mundurnya Ma'ruf Amin kiranya dapat dicontoh oleh pemimpin lain. Pemimpin yang sudah berusia lanjut, selayaknya juga rela mengundurkan diri,” tutur Jamiluddin, seperti dilansir RMOL.

(Emn/Nusantaraterkini.co)