Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IOC Ancam RI soal Penolakan Atlet Israel, Pengamat: Keputusan Berdasarkan Nilai Kemanusiaan

Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
IOC Ancam Sanksi Indonesia Tolak Atlet Israel foto (dok.istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pengamat Olahraga Djoko Pekik Irianto,meminta pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), untuk tetap teguh dan tidak gentar menghadapi ancaman Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang menyebut Indonesia bisa kehilangan kesempatan menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional akibat penolakan terhadap kehadiran atlet Israel.

“Ini harus diutamakan terkait dengan kemerdekaan segala bangsa. Indonesia berpegang pada prinsip kemanusiaan dan perdamaian dunia,” ujar Djoko, Jumat (24/10/2025).

Menurut Djoko, penolakan terhadap atlet Israel bukan tindakan diskriminatif, melainkan bentuk komitmen moral dan politik luar negeri Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina yang masih belum merdeka.

“Keputusan ini bukan urusan olahraga semata, tapi bagian dari tanggung jawab moral bangsa. Olahraga tidak bisa dilepaskan dari isu kemanusiaan dan perdamaian dunia,” jelas mantan Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia itu.

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki dasar kuat untuk menolak partisipasi Israel, karena sikap tersebut selaras dengan konstitusi dan semangat kemerdekaan bagi semua bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Soal sanksi dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang melarang Indonesia menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional seperti Olimpiade dan Youth Olympic Games, Djoko menilai konsekuensi itu bisa dimengerti.

“Memang ada dampak dari keputusan ini, tapi tidak masalah. Indonesia tetap harus konsisten pada prinsip kemanusiaan,” katanya.
Meski begitu, ia menyarankan agar pemerintah dan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) tetap melakukan langkah diplomatik.

“Kita bisa melakukan banding atau protes terhadap IOC. Apalagi protes dari federasi senam Israel ke CAS sebelumnya juga sudah ditolak,” tegasnya.

Bela Palestina Jauh Lebih Bermartabat

Anggota Komisi X DPR Andi Muawiyah Ramly (Amure) menilai, posisi Indonesia sudah berada di jalan yang benar. Penolakan terhadap atlet Israel merupakan cerminan sikap politik luar negeri yang konsisten membela kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.

“Indonesia sudah berada di jalan yang tepat. Tidak boleh ciut hanya karena gertakan. Kita bangsa yang bermartabat,” tegas Amure.

Ia menegaskan, dukungan terhadap Palestina bukan semata persoalan politik, tetapi juga soal kemanusiaan dan moralitas. Karena itu, menurutnya, keputusan untuk menolak kehadiran kontingen Israel, sekalipun dalam ajang olahraga, merupakan wujud nyata solidaritas Indonesia terhadap bangsa Palestina yang hingga kini masih terjajah.

“Membela Palestina jauh lebih berharga ketimbang menerima Israel, meski hanya dalam urusan olahraga. Itulah wujud kecintaan kita kepada saudara-saudara di Palestina,” ujarnya.

Legislator dapil Sulsel ini menilai, ancaman IOC tidak seharusnya membuat pemerintah goyah. Sebab, martabat dan prinsip jauh lebih penting daripada sekadar gengsi menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional.

“Paling tidak, dengan menolak Israel berarti Indonesia tetap bermarwah. Dunia akan melihat bahwa bangsa ini punya prinsip yang tak bisa ditukar dengan apa pun,” pungkasnya.

Sebelumnya, Komite Olimpiade Internasional (IOC) melalui pernyataannya mengingatkan bahwa sikap diskriminatif terhadap atlet dari negara tertentu, termasuk Israel, dapat berimplikasi pada status keanggotaan maupun hak penyelenggaraan event olahraga internasional bagi negara tuan rumah.

Ancaman tersebut muncul setelah sejumlah negara, termasuk Indonesia, menyuarakan penolakan terhadap kehadiran atlet Israel dalam kompetisi olahraga dunia.
(cw1/nusantaraterkini.co)