nusantaraterkini.co, SAMOSIR – Misteri hilangnya NS (32) akhirnya terjawab dengan cara yang menyayat hati. Hampir empat bulan menghilang tanpa kabar, warga Desa Aek Nauli, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir itu ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam sebuah tugu terbengkalai pada Selasa (22/7/2025).
Penemuan jasad itu bermula dari seorang petani yang tengah membersihkan ladang. Betapa terkejutnya ia saat melihat sosok tubuh manusia yang sudah mengering di dalam bangunan tua tersebut. Tubuh korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan: hanya tinggal tulang, tanpa pakaian dalam lengkap, dan tanpa tanda luka yang jelas di tubuhnya.
Sejak dinyatakan hilang, keluarga sebenarnya telah berusaha keras mencari keberadaan NS. Mereka menelusuri kampung demi kampung, bertanya kepada teman dan kerabat, bahkan hendak membuat laporan orang hilang. Namun, keterbatasan mereka, bahkan tidak memiliki foto korban membuat upaya pencarian kian sulit.
Baca Juga : Longsor di Taput, 9 Orang Meninggal dan 31 Lainnya Hilang
Tangis keluarga pecah ketika mengisahkan kembali tragedi ini. Kesedihan makin dalam karena kepergian korban menyisakan luka yang berat bagi keluarganya.
Opung Matali Boru Simarmata, nenek korban, tak kuasa menahan air mata saat menceritakan cucunya yang ia panggil pahopu.
“Pahopu kami, boru Sinurat, hilang berbulan-bulan. Kami sudah mencarinya ke mana-mana, tapi tak ketemu. Ternyata ditemukan di dalam tugu yang terbengkalai, dengan keadaan yang begitu menyedihkan. Malang sekali nasibnya, meninggal tidak wajar,” ujarnya dengan suara parau, Selasa (19/8/2025).
Baca Juga : Dilaporkan Hilang, Siswi SMA Muhammadiyah 18 Sunggal Dibawa Kabur Ibu Kandung
Kondisi keluarga korban memang jauh dari kata mudah. Ibunda NS sudah lebih dulu berpulang karena sakit stroke, sementara ayahnya mengalami gangguan pendengaran dan hanya bisa berkomunikasi dengan alat bantu.
“Anaknya ini ada empat bersaudara, NS anak kedua. Bapaknya yang tuli sampai sekarang pun belum tahu penyebab pasti kematian anaknya. Hati kami sangat hancur melihat penderitaan ini,” tutur Opung Matali tersedu.
Ia pun berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini.
Baca Juga : Basarnas Pos Parapat Ungkap Korban Tenggelam di Temukan di Kedalaman 4 Meter
"Kami ingin keadilan. Kalau benar cucu kami diperlakukan tidak wajar, pelakunya harus ditemukan dan dihukum setimpal. Ini bukan hanya kematian biasa, tapi penghinaan besar bagi keluarga,” tegasnya di sela isak tangis.
Hal senada disampaikan Aries Sinurat, salah satu kerabat korban. Ia mendesak polisi bekerja keras mengungkap misteri kematian NS.
“Kalau memang boru kami ini jadi korban pembunuhan, kami mohon segera diusut. Kami percaya pihak kepolisian akan berusaha maksimal,” katanya menutup pernyataan.
Baca Juga : Dua Korban Tenggelam di Danau Toba Diemukan Meninggal
Kini, keluarga hanya bisa menanti jawaban dan keadilan. Sementara itu, kisah tragis NS menjadi pengingat betapa rapuhnya harapan ketika kehilangan orang tercinta tanpa kepastian.
(Jas/nusantaraterkini.co)
