Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Israel Tembak Mati Dua Warga Palestina di Tepi Barat, Remaja 16 Tahun Jadi Korban

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kamp pengungsian Jenin pada 4 Juli 2023. (Foto: Nasser Ishtayeh/SOPA Images/LightRocket via Getty Images)

Nusantaraterkini.co, PALESTINA - Dua warga Palestina dilaporkan tewas setelah ditembak pasukan Israel dalam dua operasi terpisah di wilayah Tepi Barat. Salah satu korban adalah seorang remaja berusia 16 tahun yang ditembak dari jarak dekat, sebagaimana terekam kamera pengawas.

Mengutip laporan Al Jazeera, Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa Rayyan Abdel Qader (16) meninggal dunia usai ditembak tentara Israel saat penggerebekan di Kota Qabatiya, Sabtu malam (20/12/2025).

Menurut keterangan saksi mata yang dilansir kantor berita Wafa, Abdel Qader ditembak secara langsung oleh pasukan Israel. Setelah insiden penembakan, tentara Israel disebut menghalangi tim medis untuk memberikan pertolongan, sehingga korban dibiarkan mengalami pendarahan hebat hingga akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga : Jelang Ramadan, Israel Dikabarkan Perketat Akses Umat Islam ke Masjid al-Aqsa

Korban kedua, Ahmad Zayoud (22), tewas dalam insiden terpisah di Silat al-Harithiya, wilayah barat Jenin. Kementerian Kesehatan Palestina menyebut Zayoud mengalami luka tembak di bagian dada.

Selain dua korban tewas, seorang remaja Palestina berusia 15 tahun juga dilaporkan mengalami luka tembak di bagian tangan dalam rangkaian penyerangan tersebut.

Kematian Ahmad Zayoud menambah daftar panjang korban jiwa di wilayah Jenin. Sebelumnya, pasukan Israel juga dilaporkan menewaskan seorang remaja 16 tahun di kota yang sama sekitar sepekan lalu.

Baca Juga : Kepresidenan Palestina Peringatkan Konflik Gaza dan Tepi Barat Ancam Stabilitas Regional

Melaporkan langsung dari Bethlehem, Tepi Barat yang diduduki, jurnalis Al Jazeera Nida Ibrahim mengatakan rekaman kamera keamanan menunjukkan Abdel Qader sedang berjalan menuju rumahnya sebelum ditembak dari jarak dekat oleh tentara Israel.

“Jarang sekali ada bukti visual seperti ini. Rekaman tersebut memperlihatkan bagaimana warga Palestina ditembak dalam situasi yang disebut sebagai pembunuhan di luar proses hukum,” ujar Ibrahim.

Ia juga menyoroti praktik pasukan Israel yang kerap menahan akses terhadap korban. Dalam kasus Abdel Qader, jenazah dilaporkan dibiarkan selama sekitar 40 menit tanpa pertolongan medis.

Baca Juga : Potret Ribuan Warga Palestina Salat Jumat Pertama Ramadan 1447 H di Al-Aqsa

“Ini bukan hanya soal kematian, tetapi penderitaan keluarga yang harus menyaksikan rekaman bagaimana nyawa orang yang mereka cintai diambil tanpa belas kasihan,” tambahnya.

Keluarga Abdel Qader mengaku tidak mengetahui alasan di balik penembakan tersebut dan menyatakan korban tidak membawa ancaman apa pun saat kejadian.

(Dra/nusantaraterkini.co)