Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Istana Aktif Laporkan Bencana Sumatera, Pakar: Bangun Kepercayaan Publik

Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Hendri Satrio menyebut ada peningkatan komunikasi publik pemerintah, Kamis (1/1/2026).(foto:istimewa)

Nusantaraterkini.coJAKARTA - Aktifnya komunikasi pihak Istana untuk melaporkan perkembangan pemulihan pascabanjir bandang di Sumatera menjadi sorotan Pakar komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio. Konferensi pers yang sering dilakukan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menunjukkan peningkatan komunikasi publik pemerintah.

“Apa yang disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bisa memberikan informasi tentang kondisi terkini di area bencana Sumatera, ini menunjukkan peningkatan di sektor komunikasi publik,” ujar Hensa, sapaan akrab Hendri Satrio,  Kamis (1/1/2026).

Baca Juga : Tahun Baru di Jakarta Sarat Kepedulian, Donasi Korban Bencana Tembus Rp3,6 Miliar 

Dalam konferensi pers tersebut, pemerintah melalui Teddy menyampaikan data konkret seperti penyerahan 12 helikopter untuk evakuasi, penyambungan jembatan darurat serta pemulihan 80 persen layanan rumah sakit dan puskesmas.

Penyampaian tersebut, menurut Hensa, membantu mengurangi spekulasi publik terhadap peran pemerintah kali ini.

“Komunikasi yang jelas dan berbasis data seperti ini membantu mengarahkan persepsi publik serta membangun kepercayaan bahwa upaya pemulihan sedang berjalan terarah,” tutur Hensa.

Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai indikator pergeseran strategi komunikasi pemerintah, dari respons reaktif ke penyajian data terukur yang mengurangi celah informasi di media sosial.

“Ini blueprint komunikasi krisis yang bisa dipakai lagi untuk situasi apa pun ke depannya, dengan transparansi sebagai elemen kunci mengelola distrust publik,” ujar Dosen Komunikasi Politik di universitas Paramdina ini.

Sebagai pakar komunikasi, Hensa melihat bahwa perkembangan komunikasi tersebut merupakan sinyal positif bagi pemerintah dalam menghadapi tantangan krisis multidimensi seperti bencana di Sumatera.

Namun, ia berpendapat efektivitas model komunikasi seperti itu juga bergantung pada implementasi di lapangan dan respons terhadap masukan dari berbagai pihak.

Baca Juga : Dasco Pimpin Rakor Satgas Pemulihan Bencana di Sumatera, Tekankan Penyamaan Persepsi

“Peningkatan transparansi ini merupakan sinyal positif, tetapi keberhasilannya akan diuji oleh konsistensi ke depan dan kemampuan pemerintah menjawab setiap celah informasi yang masih ada di lapangan,” tegas pendiri lembaga survei KedaiKopi ini. 

(Cw1/Nusantaraterkini.co)