Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Istana Maimun Warisan Budaya Melayu di Medan, Akan Ditetapkan jadi Cagar Budaya Nasional

Reporter :  Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon (kiri) bersama Sultan Mahmud Lamanjiji (kanan) saat mengitari Istana Maimun, pada Rabu (23/7/2025). (Foto: Junaidin Zai/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pemerintah Republik Indonesia sedang merencanakan Istana Maimun menjadi cagar budaya nasional. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pelestarian warisan sejarah Kesultanan Deli yang menjadi salah satu ikon kebudayaan Melayu di Indonesia.

Istana yang terletak di Jalan Brigjend Katamso, Kecamatan Medan Maimun itu dibangun pada 1888 oleh Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Gaya arsitekturnya memadukan unsur Melayu, Timur Tengah, India, Spanyol, dan Italia.

Baca Juga: Sultan Deli Tuanku Aji Doakan Nusantaraterkini.co Sukses dan Bermanfaat untuk Masyarakat Banyak

Baca Juga: Sultan Deli Tuanku Aji Penikmat Musik Rock-Metal dari Siaran Radio, Favoritkan Slipknot dan Metallica

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengungkapkan jika lokasi berdirinya Istana Maimun strategis, sehingga perlu untuk dilakukan penataan ulang.

“Letaknya strategis, dan Ke depan, perlu ada penataan menyeluruh agar Istana Maimun menjadi enklave kebudayaan sebuah pusat budaya yang memancarkan nilai sejarah dan seni Melayu," ucap Fadli usai mengunjungi Istana Maimun, di Medan, pada Rabu (23/7/2025).

Saat yang bersamaan dia juga menegaskan bahwa pihaknya telah siap untuk bersinergi dengan Kesultanan Deli. Demi mendorong meningkatkan nilai seni dan budaya Melayu.

“Kami siap bersinergi untuk menjaga warisan budaya dan mendukung kegiatan seni budaya Melayu. Dan pihak Sultan juga punya visi kebudayaan yang kuat,” kata Fadli.

Baca Juga: Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini, Fadli Zon akan Dorong Revitalisasi Permainan Tradisional dan Lagu Anak

Di sisi lain, Sultan Mahmud Lamanjiji menyatakan jika hal yang disampaikan oleh Fadli Zon masih berada dalam tahap pembahasan. Meskipun demikian, dia mengaku sepaham dengan ajakan pemerintah itu.

"Rencananya, kita ingin mengembalikan marwah Istana. Kita ingin menata ulang, tapi sejauh mana renovasinya, masih dalam proses perencanaan bersama," katanya saat diwawancarai oleh wartawan, Rabu sore.

Penting untuk diketahui, Istana Maimun berdiri di atas lahan seluas 2.722 meter persegi dan dibangun selama kurang lebih tiga tahun. Pembangunannya dimulai pada 26 Agustus 1888 dan selesai pada 18 Mei 1891.

Arsitektur istana ini dirancang oleh Majoor Theodoor van Erp. Ia menggabungkan berbagai gaya arsitektur, seperti Melayu Deli, Islam, Spanyol, India, dan Italia, namun tetap mempertahankan nuansa Islam yang khas.

Bangunan Istana Maimun terdiri atas dua lantai dengan 30 ruangan, yang terbagi menjadi tiga bagian utama: bangunan induk, sayap kiri, dan sayap kanan. Pada awalnya, istana ini berfungsi sebagai tempat tinggal Sultan dan keluarga kerajaan, sekaligus menjadi tempat menyambut tamu-tamu penting Kesultanan Deli.

Seiring berjalannya waktu, Istana Maimun beralih fungsi menjadi museum dan objek wisata sejarah. Di dalamnya, pengunjung dapat melihat koleksi benda-benda bersejarah, foto-foto, serta peninggalan Kesultanan Deli. Salah satu daya tarik wisatawan adalah penyewaan pakaian adat kerajaan yang bisa digunakan untuk berfoto di dalam istana.

Meskipun telah mengalami beberapa perubahan dari segi bangunan dan fungsi, Istana Maimun tetap mempertahankan pesonanya sebagai simbol warisan budaya dan sejarah Kota Medan.

Saat ini, Sultan Deli ke-14 yang memimpin adalah Tuanku Aji, yang memiliki nama lengkap Seri Paduka Baginda Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamanjiji Perkasa Alam. Ia naik takhta pada tahun 2005 dalam usia 8 tahun, setelah menggantikan ayahandanya, Letkol Tito Otteman, yang wafat akibat kecelakaan pesawat. Tuanku Aji pun tercatat sebagai sultan termuda dalam sejarah Kesultanan Deli.

Istana Maimun terbuka untuk umum setiap hari, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Harga tiket masuk cukup terjangkau, yaitu Rp5.000 untuk anak-anak dan Rp10.000 untuk orang dewasa. Biaya tersebut belum termasuk tarif penyewaan pakaian adat yang tersedia di dalam istana.

(cw7/nusantaraterkini.co)