Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Jadi Korban Hipnotis Penumpang, Driver Ojol Kehilangan Sepeda Motor  

Reporter :  Muhammad Alfi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Terduga pelaku yang didapat oleh korban dari petugas kepolisian yang sebelumnya sempat diamankan lantaran terlibat kasus pencurian di Polsek Medan Sunggal. (foto : Dok.Istimewa)

Nusantaraterkini.co,MEDAN-Seorang driver Ojek Online (Ojol) bernama Dikki Azhari, menjadi korban Hipnotis penumpangnya di kawasan Simpang Pemda, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Minggu (2/10/2025).

Akibat kejadian tersebut, korban pun kehilangan Sepeda Motor jenis Honda Beat yang biasa ia gunakan untuk bekerja sebagai Driver Ojol.

Dari informasi yang diperoleh Nusantaraterkini.co, peristiwa ini bermula ketika Dikki (Korban) yang saat itu baru saja mengantarkan orderan tiba-tiba di Stop oleh pelaku di kawasan Jalan Ngumban Surbakti.

Saat itu, pelaku pun meminta kepada korban untuk diantarkan ke rumahnya yang berada di kawasan Simpang Pemda secara Offline (tanpa aplikasi). Karna merasa kasihan, lantas korban pun menyetujui permintaan pelaku tersebut.

"Jadi awalnya dia stop aku di jalan, dia minta diantarkan offline ke rumahnya dengan alasan gak punya aplikasi. Awalnya saya gak mau, cuma karna kasihan yauda saya antar lah," ujar Dikki saat dihubungi melalui WhatsApp, Senin (3/10/2025) Sore.

Begitu sampai di salah satu rumah yang diakui oleh pelaku sebagai rumahnya tersebut, pelaku pun langsung meminta kepada perempuan tua yang ada di dalam rumah tersebut untuk membuatkan minum korban yang saat itu berada di depan rumah.

"Jadi waktu sampai dirumah itu, ada perempuan dan laki-laki yang sudah tua didalamnya. Dan dia langsung nyuruh perempuan tua di dalam rumah itu agar membuatkan minum untuk saya, dan dia menyebut perempuan itu dengan sebutan "mamak"," Terangnya.

Tidak hanya itu, pelaku pun juga turut menyuruh laki-laki tua yang ada di dalam rumah tersebut untuk membeli roti sebagai suguhan yang akan diberikan kepada korban.

"Jadi sebelum sampai rumah itu, kami sempat beli gorengan dulu. Lalu, pas uda sampai di rumah itu, dia (Pelaku) ngasih uang 50 Puluh Ribu sama bapak-bapak yang ada di rumah dan menyuruhnya membeli roti yang katanya untuk dikasi ke saya," Kata Dikki.

Namun sebelumnya, pelaku juga sempat menyampaikan kepada korban untuk mengantarkannya ke Rumah Sakit Sundari dengan alasan ingin menjenguk saudaranya yang akan melakukan operasi.

Saat itu, pelaku pun meminta korban untuk menunggu terlebih dahulu dengan alasan  menunggu anaknya yang belum pulang mengaji.

"Jadi dia sempat ngomong ke saya dan juga bicara ke wanita paruh baya yang ada di rumah itu dengan kata-kata (cepat lah mak, abang ini gak bisa lama-lama nunggunya). Selain itu, dia juga ada marahin salah seorang anak laki-laki yang ada di depan rumahnya itu (kok gak kau jemputlah adik kau itu). Dimarahi gitu, anak itu pun cuma diam aja kebingungan," ungkapnya.

Selanjutnya, pelaku pun meminjam sepeda motor korban dengan alasan ingin menjemput anaknya yang sedang mengaji. Tanpa curiga, korban pun memberikan kunci sepeda motornya tersebut kepada pelaku.

"Jadi ada sepeda motor Vario di depan rumah itu. kata dia (pelaku) kereta itu miliknya dan kuncinya di bawa oleh istrinya. Jadi dia minjam sepeda motor saya untuk menjemput anaknya yang sedang mengaji," ujarnya.

Beberapa saat setelah sepeda motor korban dibawa pelaku, korban pun lantas menanyakan kepada anak laki-laki yang sebelumnya sempat dimarahi oleh pelaku. Dan ternyata, anak tersebut tidak mengenal pelaku.

Kemudian, korban pun kembali menanyakan hal yang sama kepada wanita paruh baya yang diakui pelaku sebagai ibunya tersebut. Dan ternyata, wanita tersebut pun juga tidak mengenali pelaku.

Dimana, menurut keterangan wanita pemilik rumah tersebut jika pelaku sebelumnya telah datang ke rumahnya untuk meminta di pijat dengan alasan tangan pelaku terseleo.

"Pas saya tanyak sama ibu itu, rupanya juga gak kenal sama pelaku. Katanya dia sebelumnya ada datang untuk minta di pijat tangannya yang terseleo, karna ibu itu memang tukang pijat. Tapi karna sebelumnya lagi ada yang di pijat, pelaku itu pun pergi, dan kembali lagi sama saya kata ibu itu," ungkapnya.

Korban yang tersadar telah menjadi korban hipnotis dan penipuan ini pun, kemudian langsung menghubungi rekan Ojol lainnya untuk meminta bantuan. Selanjutnya, korban pun mendatangi Polsek Medan Sunggal untuk membuat pengaduan.

Namun, pengaduan korban tidak dapat di proses lantaran sejumlah surat sepeda motor yang dimiliki berada di dalam jok sepeda motor miliknya yang berhasil dibawa kabur oleh pelaku.

"Jadi saya uda sempat ke polsek sunggal, tapi gak bisa buat laporan lantaran surat sepeda motor saya ada di dalam jok yang hilang itu. Jadi sekarang ini, ya saya uda pasrah ajalah," pungkasnya dengan nada lirih.

(cw4/Nusantaraterkini.co)