Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pemerintah Republik Indonesia melakukan pengunduran jadwal pengangkatan CPNS 2024, ke bulan Oktober tahun 2025. Akibatnya, keluhan dari para calon Abdi Negara itu tumbuh bersamaan dengan kebijakan itu.
Salah satunya, datang dari seorang pria asal Kabupaten Langkat berinisial, B (26). Dia dinyatakan lulus sebagai PNS di Kementerian Kesehatan tahun 2024.
Dia mengatakan, jika beberapa teman satu angkatannya mayoritas telah berkeluarga. Bahkan beberapa di antaranya juga sengaja berhenti dari pekerjaan lama.
Dari kondisi tersebut, kebijakan pemerintah terkait pengunduran jadwal pengangkatan CPNS itu, dinilai memperparah kondisi ekonomi para lulusan.
"Banyak juga peserta yang lulus, sudah resign dari pekerjaan lama, bahkan ada yang sudah berkeluarga, jika bulan 10 diangkat itu terlalu lama, tentu kami tidak akan punya penghasilan," ujarnya kepada Nusantaraterkini.co melalui saluran telepon, Jumat (7/3/2025).
Sementara ini, ditengah kerancuan jadwal pengangkatan CPNS 2024, B mengaku belum menemukan pekerjaan untuk membuatnya produktif.
"Saat ini saya belum bekerja, sementara ini saya juga sedang mencari info lowongan kerja," tuturnya.
Baca Juga: Komisi II: Kemenpan RB Prioritaskan Fresh Graduate dalam Seleksi CPNS-PPPK
Bukan hanya itu, hal serupa juga dilontarkan oleh wanita asal Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) berinisial, AZ (27). Ia CPNS di Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumut.
Saat ini dia sedang berada di kampung halamannya, Desa Sorkam. Dia sengaja meninggalkan pekerjaan lamanya disebuah tempat, di kota Medan.
Keputusannya sengaja dibuat, ketika dia mengira pengangkatan akan dilakukan pada Juni 2025. Sebelum adanya informasi pengunduran jadwal pengangkatan CPNS, dia mengaku masih sempat berdiskusi dengan pihak BKD Sumut terkait resign dari kerjaan lama.
"Sempat diskusi sama orang BKD Sumut, mereka bilang kalau akhir Mei masih aman untuk resign dari kerjaan. Pertimbangannya, karena Juni pengangkatannya," tuturnya saat dihubungi.
Kemudian, dengan alasan yang enggan dituliskan, wanita ini memilih untuk berhenti dari pekerjaannya, pada akhir Februari 2025 kemarin.
Akan tetapi, informasi pengunduran jadwal pengangkatan datang, dia mengaku kecewa. Selain karena keputusan pribadinya, kebijakan pemerintah tersebut, kata AZ, menjadikan rencananya berantakan.
"Semua rencana saya jadi berantakanlah, selain kesal karena terlalu cepat resign, juga kesal karena ekspektasi yang harusnya udah kerja pertengahan tahun, malah dihancurkan," ucapnya.
Dirinya mengharapkan, pemerintah dapat memberikan informasi yang tidak rancu serta melihat kondisi para CPNS 2024 yang terpaksa tidak lagi bekerja selama beberapa bulan.
"Jadi, tolong berikan kejelasan atau kalau bisa setidaknya sesuai dengan timeline yang sudah dibuat. Jangan diawang-awang, menggantung. Karena kan kalau yang sudah resign, lalu mencari pekerjaan hanya beberapa bulan, belum tentu dapat," tuturnya.
Baca Juga: Jenis Tes SKB CPNS 2024 di Instansi Kejaksaan, Lengkap Bobot Nilainya
Diketahui, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Rini Widyantini menunda pengangkatan calon aparatur sipil negara (ASN) 2024.
Keputusan ini terjadi dalam rapat bersama Komisi II DPR RI yang digelar pada Rabu (5/3/2025).
Dalam forum rapat itu, Rini mengungkapkan bahwa pemerintah mengusulkan soal penundaan kepada jajaran Komisi II DPR RI.
Disebutkan juga, semua pelamar yang lulus CASN dipastikan akan tetap diangkat, baik itu calon pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Dalam rencananya, calon PNS akan diangkat pada Oktober 2025, sedangkan calon PPPK diangkat pada Maret 2026.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
