nusantaraterkini.co, JEMBER - Warga Gang Kopi, Kelurahan Slawu dihebohkan dengan penemuan mayat bayi di area pemakaman keluarga milik KH. Agung Ahmad Enek yang terletak di Kecamatan Patrang, Jember, Minggu (14/7/2024).
Penemuan mayat bayi itu pertama kali dilaporkan seorang warga yang sedang membersihkan area makam. Dia menemukan bayi itu dibungkus dalam plastik, tanpa sehelai pakaian.
"Posisi bayi tadi tergeletak tanpa ada penutup, pakaian atau apa pun. Pertama kali diketahui saat ada salah satu warga sedang bersih-bersih makam. Selanjutnya penemuan bayi ini dilaporkan ke pak RT dan Polsek Patrang," kata salah seorang warga Erfan (47) di lokasi.
Baca Juga : Heboh! Pemancing Temukan Jasad Bayi Laki-laki Mengapung di Sungai Percut
Erfan menduga bayi itu dibuang pada Sabtu malam. Sebab, area makam tersebut cukup sepi. Polisi sendiri telah melakukan olah TKP di lokasi.
"Sepertinya dibuang sejak tadi malam, karena daerah sini kan sepi. Tapi dari penemuan jasad bayi itu, tadi polisi datang dan langsung memasang police line (garis polisi). Karena banyak orang yang datang untuk melihat kondisi jasad bayinya," ujar Erfan.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Patrang Ipda Didit Ardian menyebut, kondisi bayi sudah membusuk. Kondisinya sangat memprihatinkan dengan ari-ari masih menempel.
Baca Juga : Warga Geger, Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Tersangkut di Selokan
"Kalau dari investigasi awal melihat jasad bayi, jenis kelamin laki-laki dengan kondisi saat pertama kali ditemukan sudah membusuk. Tadi dari hasil olah TKP, jasad bayi itu awalnya terbungkus plastik dan dikerubungi lalat," bebernya.
"Nah kenapa tadi kok sudah tergeletak, karena tadi warga bermaksud mengecek isi bungkusan plastik itu. Ternyata saat bungkus plastik dibuka, diketahui berisi jasad bayi. Saat ditemukan ari-arinya juga masih menempel. Tapi bayi sudah dalam kondisi meninggal," sambungnya.
Polisi menduga bayi itu sudah meninggal 2 hingga 3 hari sebelumnya. Saat ini jasad bayi itu telah dievakuasi ke RSD dr. Soebandi Jember. Siapa pelaku yang membuang bayi itu masih dialami kepolisian.
Baca Juga : Guru Telanjangi 27 Siswa, DPR: Jangan Cuma Mutasi, Pecat dan Proses Hukum
"Lebih lanjut untuk penanganan dilakukan oleh Unit PPA Satreskrim Polres Jember karena terkait (kasus) anak. Nantinya orang tua si bayi akan dicari, lebih lanjut konfirmasi langsung juga ke Unit PPA Satreskrim Polres Jember," tutupnya dikutip kumparan.
(Dra/nusantaraterkini.co)
