Nusantaraterkini.co, MEDAN - Bulan suci Ramadan tinggal menghitung hari.
Masyarakat di Indonesia khususnya di Kota Medan kerap melaksanakan kegiatan ziarah kubur.
Di mana ziarah kubur ini merupakan tradisi yang sejak dahulu berlangsung di Indonesia.
BACA JUGA: Polrestabes Medan Lumpuhkan Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online
Peziarah mendatangi tempat-tempat pemakaman umum di mana keluarga para peziarah dimakamkan.
Dengan membersihkan kuburan, menabur bunga hingga menyiram air mawar dilakukan hingga mengirim doa.
Dari pantauan Nusantaraterkini.co, peningkatan aktivitas ziarah kubur di sejumlah pemakaman muslim di Medan dalam beberapa hari terakhir.
Ziarah kubur menjelang ramadan memiliki makna spiritual yang mendalam, sebagai bentuk penghormatan dan doa.
Selain itu, kegiatan perdagangan bunga di lokasi tersebut juga memberikan keuntungan ekonomi bagi para pedagang.
Lincan (52) pedagang bunga di sekitar pemakaman Avros di Kota Medan mengatakan, peziarah biasanya ramai pada akhir pekan.
"Kalau ramainya pada Minggu. Jadi saya menjual bunga di areal pemakaman. Ya Alhamdulillah banyak yang beli," bebernya.
Linca menyebut, musim ziarah menjelang bulan ramadan ia bisa mengantungi keuntungan ratusan ribu.
"Alhamdulillah. Pada Minggu semalam modal Rp 300 ribu, dapat Rp 700 ribu. Itu di hari jumat, Sabtu, minggu sama modal. Tapi keuntungan itu bukan hanya jual bunga, namun ada manisan, es," ucapnya.
BACA JUGA: Dua Gudang LPG Oplosan Digerebek Tim Gabungan: Ribuan Tabung Gas Siap Edar Ditemukan
Selama Ramadan, penjaga makam bertanggung jawab atas, pemeliharaan kebersihan dan kerapian area pemakaman, serta memberikan bantuan kepada para pengunjung yang membutuhkan.
"Minggu semalamlah rame, hari ini sepi. Minggu semalam puncaknya sebetulnya. Kalau ini kan tinggal satu-satu. Jumat lah terakhir, setahun lah saya di sini, banyak orang jauh ke sini sekarang," ucapnya.
(cw3/nusantaraterkini.co)
