Nusantaraterkini.co, YOGYAKARTA - Ratusan jemaah Masjid Aolia di Gunungkidul menggelar shalat Idul Fitri lebih awal di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat (5/4/2024).
Mereka di antaranya merayakan Idul Fitri di Dusun Panggang III, Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul. Jemaah Aolia dipimpin oleh KH Ibnu Hajar Sholeh Pranolo atau akrab disapa Mbah Benu.
Mbah Benu orang yang menetapkan lebaran jatuh pada hari Jumat berdasarkan keyakinan dari perjalanan spritualnya. Sebelumnya, jemaah Aolia juga melaksanakan ibadah puasa lima hari lebih cepat pada 7 Maret 2024.
Baca Juga : Ratusan Warga Palembang Padati Air Mancur Cempako Telok Usai Salat Id
Warga hormati adanya jemaah Aolia
Lurah setempat, Sutarpan, mengatakan, aktivitas puluhan warga yang tergabung dalam jemaah Aolia sudah dilakukan sejak dulu.
Warganya sudah terbiasa dengan penetapan hari raya idul fitri lebih awal yang ditentukan oleh jemaah Aolia.
Baca Juga : 354 Jemaah Haji Kloter 14 Tiba di Tanah Air
"Kami sudah terbiasa dengan ini, sehingga jika mereka merayakan lebih cepat, warga di sini hanya bisa toleransi dan menghormati," ucapnya dilansir dari TribunJogja.com.
Dia mengaku, selama ini hubungan antara jemaah Aolia dan warga yang bukan jemaah terjalin harmonis. Warga saling memahami.
"Tidak pernah ribut-ribut. Kami di sini ya damai saja. Mereka ibadah ya silakan. Tidak ada yang merasa terganggu,"ujarnya.
Baca Juga : Herman Deru Open House di Griya Agung, Ribuan Warga Padati Rumah Dinas
Hubungan harmonis itu, kata Sutarpan, dapat dilihat saat perayaan Lebaran yang ditetapkan oleh pemerintah.
Adakan halalbihalal satu kampung
Biasanya jemaah Aolia dan warga lainnya mengadakan halalbihalal untuk satu kampung.
Baca Juga : Rendahnya Kesadaran Jemaah, Petugas DLH Keluhkan Sampah Koran Berserakan
"Kalau sudah hari Lebaran yang umum dari pemerintah. Kami di sini semua ngumpul untuk halalbihalal, gabung semua termasuk jemaah Aolia. Jadi memang tidak ada selisih antar warga, semua saling menghormati," terangnya.
Sementara itu, saat ditanya apakah tradisi silaturahmi antara warga saat Lebaran juga berlaku saat perayaan Lebaran versi jemaah Aolia.
"Biasanya saling mengunjungi sesama mereka saja. Mereka juga buat halalbihalal di rumah imamnya ya itu Mbah Benu, jadi lebih banyak aktivitas di sana," urainya.
Diberitakan sebelumnya, shalat idul fitri jemaah Aolia salah satunya dilaksanakan di rumah Mbah Benu.
"Penetapan ini berdasarkan keyakinan. Dan, jemaah Aolia bukan hanya ada di sini, tapi tersebar di seluruh Indonesia," kata dia, Jumat (5/4/2024). (rsy/nusantaraterkini.co)
