Nusantaraterkini.co, PALEMBANG – Ribuan pelayat mengantarkan jenazah pengusaha sekaligus tokoh karismatik Sumatera Selatan, Kemas Haji Abdul Halim Ali, ke tempat peristirahatan terakhirnya di halaman belakang kediaman pribadi, Jalan Dr. M. Isa pada, Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan diwarnai isak tangis keluarga serta masyarakat yang memadati lokasi sejak jenazah tiba pukul 13.45 WIB, usai dishalatkan di Masjid Agung Palembang.
Sesuai wasiatnya, almarhum ingin dimakamkan tepat di samping makam sang istri pertamanya, Hj. Nyimas Aminah.
Baca Juga : Satu Korban Bus ALS Meninggal Akibat Gagal Napas, Jenazah Dipulangkan ke Tegal
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru yang hadir bersama sejumlah tokoh seperti mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji dan Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepulangan almarhum.
"Sumatera Selatan sangat kehilangan sosok Haji Halim. Beliau adalah pribadi yang luar biasa dalam menjaga hubungan baik dengan sesama manusia maupun dengan Sang Pencipta. Tercatat ada 68 masjid dan musala yang beliau bangun, tidak hanya di Sumsel, tapi hingga ke Medan dan Bandung," ungkap Herman Deru dalam sambutannya mewakili pihak keluarga.
Deru juga mengapresiasi dedikasi almarhum yang dikenal tanpa sekat dalam bergaul serta perhatiannya yang besar terhadap kesejahteraan para ulama dan guru mengaji.
Baca Juga : Lansia Sebatang Kara di Muara Enim Ditemukan Meninggal Dunia dalam Gubuk
Ia pun meminta masyarakat untuk terus mendoakan dan meneladani kebaikan yang telah ditinggalkan almarhum.
"Kami atas nama keluarga besar menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu, mulai saat almarhum dirawat hingga prosesi pemakaman hari ini. Hanya Tuhan yang mampu membalas budi baik Bapak dan Ibu sekalian," lanjutnya.
Selain itu, dirinya juga mengimbau kepada masyarakat atau organisasi yang masih memiliki urusan perniagaan atau utang piutang dengan almarhum untuk segera menyampaikannya kepada keluarga besar agar dapat diselesaikan.
"Kami memohon maaf jika semasa hidup beliau terdapat kekhilafan dalam lisan maupun perilaku. Semoga jalan beliau dilapangkan dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," ucap dia.
(Tia/nusantaraterkini.co)
